.Profil.

SAEPUDIN, lahir di Kabupaten Tasikmalaya, dari  pasangan Ibu Sofiyah dan Bapak Nasihin seorang guru ngaji disebuah mushola kecil di kampung Pasirhuni, sebuah kampung yang sangat sejuk dan indah kurang lebih 8 kilometer dari kaki gunung Galunggung. Mulai mengenyam pendidikan formalnya di MI Al-Hidayah Pangkalan Kabupaten Tasikmalaya, SMPI YAPIDA (Yayasan Pendidikan Islam Daarul Abroor) Nusawangi Cisayong Kab Tasikmalaya, Madrasah Aliyah Negeri Awipari Kota Tasikmalaya. Pendidikan Ilmu Hukum  diperoleh di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung-sekarang.

Mulai tertarik  mempelajari “kitab-kitab kuning” dan bahasa Arab sejak SD kepada kedua orang tuanya, kemudian SMP kepada KH. Jaja Zaenuddin, Pimpinan dan Pembina Yayasan Nurul Falah (YANFA) dulu Pondok Pesantren Miftahul Ulum Nusawangi Cisayong Kab Tasikmalaya (2001-2004), dilanjutkan berguru untuk mempelajari Ilmu-ilmu al-Qur’an kepada KH. Zainal Abidin dan beberapa kyai lain termasuk K.H.Mu’min Mubarok (Sekarang Qori Internasional, 2008) di Pondok Pesantren Al-Mubarok Awipari Kota Tasikmalaya (2004-2006). Setelah dua tahun di Al-Mubarok kemudian ia berguru kepada KH. Memed Taftazani, seorang ulama sepuh sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Cibeureum Kota Tasikmalaya (2006-2007), untuk mempelajari ilmu nahwu dan sorof dengan bimbingan Ust. Wawan (Alumni Pesantren Bantargedang Kota Tasikmalaya) dan beberapa Ustadz lainnya. Beberapa kitab yang telah dikajinya ketika itu adalah Sulamut Taufiq, Safiinatun Najah, al-Arba’in an-Nawawiyah, Bidayatul Hidayah, Al-Jurumiyah, Al-Hikam, Alfiyah Ibnu Malik, Riyadhus Shalihin, dan sebagainya.

Sejak duduk di bangku SMP, Saepudin telah dikenalkan dengan pemikiran-pemikiran Ulama salaf, meski begitu ia tidak begitu larut dalam dunia salaf.  Bakat kepemimpinannya telah mulai tampak ketika ia diamanahi sebagai Ketua OSIS SMP Yapida. disisi lain H. Abas Roswandi S.Pd, selaku kepala sekolah menengah pertamanya, selalu menuntutnya supaya melanjutkan pendidikan modern tanpa melupakan kaidah-kaidah salaf yang telah diperolehnya selama di pesantren. Akhirnya dengan persetujuan kedua orang tuanya saepudin kemudin melanjutkan sekolah menengah atasnya di Madrasah Aliyah Negeri Awipari Kota Tasikmalaya, sebuah sekolah modern tempat mencetak kader-kader umat. Disinilah ia diperkenalkan dengan berbagai komunitas, seperti IPNU (Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama), IPMT (Ikatan Pelajar Muslim Tasikmalaya), LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran), PASKIBRA, BINA SENI, dan lainnya.

Aktif berkecimpung di dunia organisasi sejak SMP bukan berarti lupa akan prestasi, ini terbukti ketika ia sebagai lulusan terbaik di SMPnya. Di bangku Aliyah juga segudang prestasi telah diraihnya, mulai dari Wakil ketua II OSIS, sekretaris ekstrakulikuler dan beasiswa seperti Beastudi Bina Siswa BAZ Kota Tasikmalaya, Beasiswa Prestatif  DPU-DT Priangan Timur bersama 50 siswa terbaik dari Banjar, Ciamis, Garut, Kab Tasik dan Kota Tasik. Diluar prestasi akademik telah diraihnya pula, diantaranya Juara III LKTI Tingkat SMA Se-Jabar, Juara I Musabaqoh Syarhil Quran (Pensyarah) pada HUT Pramuka Kota Tasikmalaya, Juara I Lomba Artikel Tingkat Kota/Kab Tasikmalaya, Juara I lomba Pidato se-Tasik Utara dan lainnya.

Lulus dari Madrasah Aliyah Negeri Awipari Kota Tasik,  Saepudin mendapatkan kesempatan memasuki bangku kuliah di Fakultas Hukum, Jurusan Hukum Ekonomi Lintas Internasional Universitas Padjadjaran Bandung, dengan beasiswa penuh sampai lulus yaitu beasiswa Talent Scouting I- MHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency) sebuah beasiswa Unpad atas kerjasama dengan DIKTI dan Word Bank. bersama 55 orang se- Jawa Barat dan Nangroe Aceh Darussalam. Tak berhenti sampai disana pada semester ke 5 di Fakultas Hukum Unpad, Saepudin kemudian menerima tawaran beasiswa lagi. Dengan melalui beberapa tahapan seleksi yang sangat ketat. Dan akhirnya 2 bulan kemudian ia dinyatakan lolos bersama 10 orang dari Institut Teknologi Bandung dan 4 orang dari Universitas Padjadjaran dan diterima pada program “Beasiswa Pemimpin Bangsa” Dompet Dhuafa (sebuah Lembaga Non-Government Organization tingkat Nasional).

Ketika di Bandung itulah, ia aktif di organisasi kemahasiswaan termasuk didalamnya DKM dan Lembaga Dakwah Kampus. Di organisasi kampus ini ia lebih aktif berkecimpung di dunia Pembinaan Sumber Daya Manusia, dan LPTQ kampus. Aktif di LPTQ ternyata membuahkan hasil, ini terbukti ketika ia menjadi juara I MSQ tingkat Universitas Padjadjaran dan kemudian enam bulan selanjutnya atas bimbingan Prof. Dr. H. I. Syarief Hidayat, MS (Dewan Hakim MSQ Jabar dan Nasional) ia diamanahi oleh universitas untuk mengikuti MTQM Nasional di Nangroe Aceh Darussalam dan kandidat MTQMN di Makassar bersama beberapa temannya,  diantaranya Neng Nafisah (Qoriah anak-anak MTQ Nasional tahun 2004). Selain itu aktivitas di luar kampus tetap ia jalani, seperti Pengisi Khutbah Jumat di Beberapa masjid disekitar kampus di Kota Bandung, Pengajian anak Nurul Huda, Miftahul Jannah, Moderator-Pengisi Ceramah di RRI Pro 2 Bandung , Radio Trijaya FM, Sindo Radio, dan Global Radio.

Ia juga yang membidani Lahirnya Yayasan Bina Talenta Bangsa sebuah lembaga yang fokus pada pembinaan dan pengembangan sumber daya insani Indonesia, Pembina Forum Bina Talenta Bangsa dan Direktur Bimbingan Belajar Bina Talenta Bangsa (Batasa). Selain itu disela-sela kesibukannya ia juga tak mau kalah berkecimpung di dunia Teknologi Informasi  yaitu sebagai admin di situs:

Saat ini penulis aktif di dunia Hukum yang digelutinya, di dunia inilah ia diperkenalkan dengan pemikiran-pemikiran  ahli hukum di almamaternya Universitas Padjadjaran diantaranya Prof. Mochtar Kusumaatmadja, SH. LL.M (Guru besar Hukum Unpad sekaligus tokoh diplomasi dan mantan menteri luar negeri), Prof. Dr. Bagir Manan, SH, MCL (mantan Ketua Mahkamah Agung RI), Prof. Dr. H. Ahmad M. Ramli, S.H., M.H., FCBArb. (Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional), Prof. Huala Adolf, S.H., LL.M. Ph.D. FCBArb. (Ahli Hukum Internasional), dan lainnya.

Penulis minta do’anya Insya Allah sekitar satu tahun lagi telah merencanakan kelulusan dari jenjang kesarjanaannya. Amin..