PP e-Commerce Dikhawatirkan Persulit Bisnis Online

Pemilik bisnis fesyen online House of Girby, Faza Suniarti mengatakan rencana pemerintah dan komisi V DPR RI menerapkan peraturan dalam bisnis perdagangan online (PP e-Commerce) dapat menyulitkan pelaku bisnis online. Pasalnya, dengan adanya penerapan aturan bisnis perdagangan online ini dikhawatirkan pelaku bisnis online yang notabene merupakan pengusaha baru dengan modal minim akan terkungkung kreativitasnya.

“Mikirnya begini, orang baru mau bikin bisnis online saja sudah keburu males karena mikirin aturan yang berlaku. Jadi kreativitas juga bakalan terbatasi dengan aturan tersebut,” ujar Fasa kepada INILAH, Senin (11/2/2013).

Namun, kalaupun PP mengenai e-commerce diberlakukan oleh pemerintah, lanjut Faza, sebagai pelaku bisnis online ia masih ingin melihat perkembangan peraturan tersebut. Menurutnya efektivitasnya sebuah peraturan akan terlihat saat peraturan itu sudah ditetapkan.

“Aku sih jujur enggak setuju banget dengan aturan ini. Ya kalaupun diberlakukan, aku pingin tahu tujuannya badan hukum ini untuk apa. Apakah ada feedbacknya untuk kita sebagai pelaku bisnis online,” jelasnya.

Sementara untuk beberapa poin lainnya, Faza mengaku setuju seperti pemberlakukan perlindungan konsumen.

“Kalau untuk perlindungan konsumen sih aku setuju. Karena sekarang kan banyak yang nipu-nipu itu bisnis online. Makanya konsumen harus dilindungi dan kita juga sebagai pelaku usaha bisnis online enggak bakalan ikut tercemar namanya gara-gara pelaku bisnis online yang nipu itu,” papar Faza.

Bicara mengenai pajak yang akan diberlakukan dengan adanya PP mengenai e-commerce, Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jabar, Yedi Karyadi menjelaskan bahwa aturan pajak bisnis online harus dibedakan dengan perusahaan offline.

“Pemberlakuan pajak harus dibedakan karena bisnis online ini masih sangat baru di Indonesia, jadi jangan terlalu berharap pajak dari bisnis online. Apalagi bisnis online kan dijalankan biasanya oleh pebisnis pemula dengan pola pikir sederhana yang menjalankan bisnis online karena bisa saja keterbatasan dana untuk buka toko atau bagaimana,” jelas Yedi. (inilahkoran.com)

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju https://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Pos ini dipublikasikan di Artikel Bisnis, Hukum Bisnis dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s