Rekayasa Sosial (2)

Berikut ini adalah beberapa pengertian lain yang masih ada kaitannya dengan rekayasa sosial. Rekayasa Sosial adalah campur tangan sebuah gerakan ilmiah dari visi ideal tertentu yang ditujukan untuk mempengaruhi perubahan sosial. Oeh karena itu rekayasa sosial tidak terlepas dari fenomena yang melatarbelakanginya.

Latar belakang dari hal ini adalah
•  Ada ketegangan dari masalah sosial
•  Ada energi atau visi ideal yang menuntut pelibatan sentimen
•  Ada objek masalah yang bisa diamati dan berpotensial untuk diselesaikan

Sedangkan tujuan dari Rekayasa Sosial adalah

•  Dapat merubah perilaku individual
•  Dapat merubah set soaial
•  Dapat mempertinggi martabat umat

Dan untuk unsur – unsur yang terkait dalam hal ini adalah

•  Agensi
•  Ideologi
•  Masyarakat (subjek Soaial)
•  Informasi Masyarakat
•  Kerangka teori/ metodologi
•  Enersia
•  Media
•  Teleologi

Untuk mengetahui cara kerja dari rekayasa sosial ini maka dapat dirinci sebagai berikut :

•  Mengenali Potensi diri
•  Menentukan target sosial
•  Asosiatif terhadap dasar teori perubahan sosial
Masalah Sosial -> Aksi sosial -> perubahan sosial
•  Memahami penyebab masalah sosial
•  Mengerti inti masalah sosial
•  Menentukan media, saluran pengubah
•  Menyusun strategi perubahan
•  Mengusahakan aksi simulasi
•  Melakukan aksi inti
•  Evaluasi

Kalau kita perhatikan dinamika sosial yang terjadi ditengah masyarakat, maka kita akan dapati perubahan selalu berjalan seiring dengan dinamika itu.Tanpa kita sadari dan kita rencanakan banyak yang terjadi perubahan dalam masyarakat. Misalnya dalam masyarakat Minangkabau.Dahulu ada semacam atauran tidak tertulis dalam masyarakat bahwa setiap anak lelaki yang telah baligh harus ditempa di Surau (semacam langgar kalau di Jawa). Mereka belajar Al Quran disana dan juga Pencak Silat. Surau juga merupakan tempat yang paling sering mereka jadikan sebagai tempat beristirahat dimalam hari.
Tetapi pada kurun waktu terakhir ini, budaya seperti ini tidak lagi dilakoni oleh anak-anak muda yang baru baligh. Surau pun sering lebih sering kosong melompong.

Perubahan sosial semacam ini dapat disebut sebagai perubahan sosial yang tidak direncanakan (unplanned social change). Ciri utama perubahan semacam ini yaitu terjadi secara terus menerus dan perlahan-lahan tanpa ada yang mengarahkan dan merencanakan. Perubahan model ini lebih sering merupakan akibat perkembangan teknologi, pengetahuan dan globalisasi.
Berbeda dengan Social Engineering,  perubahan model ini adalah perubahan yang disengaja, direncanakan dan memiliki cara dan teknik tertentu (yang bisa juga disebut sebagai metodologi). Selain itu perubahan ini juga menentukan desain akhir dari proses perubahan yang dilakukan.
Dengan melihat kondisi perubahan diatas, maka dalam konteks pergerakan yang menginginkan adanya perubahan masyarakat menuju kondisi yang lebih baik tentulah model perubahan yang terencana yang menjadi concern kita. Karena ketika kita menetapkan akan mewujudkan masyarakat yang lebih baik, maka sesungguhnya kita telah menetapkan sebuah desain akhir dari proses yang akan kita lakukan, dan ini merupakan karakter khas dari social engineering.

Salah satu hasil dari rekayasa sosial adalah Revolusi dan Reformasi dari sebuah negara, Revolusi adalah sebuah perubahan total. Ia tidak sekedar merubah perbagian dari komponen sosial. Tetapi Revolusi diluncurkan untuk mengganti sebuah tatanan atau system.  Sedangkan Reformasi hanya menyentuh beberapa dimensi saja dan tidak memerlukan perubahan asas.
Sebuah reformasi dilakukan ketika yang bermasalah hanyalah sebatas kesalahan fungsi dari beberapa organ atau cabang saja. Reformasi dilakukan ketika asas yang berlaku masih sesuai dengan konsep dari idea.

Oleh karena itu kita sebagai masyarakat awam harus dapat merefleksikan diri, seperti:
–  Siapakah diri kita?
–  Apa saja yang kita yakini?
– Mau dibawa kemana diri kita?
– Kenapa yang baik itu begitu penting?
– Mampukah kita berbuat baik?

Setelah mengetahui dan menjalani poin – poin diatas dengan sadar, maka kita bisa menjalani kehidupan ini menjadi lebih baik.

Referensi :
Beberapa bahan dasar saya kutip dari,
Artikel Helmi Umam, Filsafat Umum AF Ushuluddin,  IAIN –  Sunan Ampel
judul  ” Merubah Arah Perubahan Sosial”.

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju https://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Pos ini dipublikasikan di Rekayasa Sosial dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s