Rekayasa Sosial (1)

Menurut Dr Jalaludin Rakhmat rekayasa sosial terjadi karena terdapat beberapa kesalahan pemikiran manusia dalam memperlakukan masalah sosial yang disebut para ilmuwan dengan sebutan intellectual cul-de-sac yang menggambarkan kebuntuan berpikir.Salah satu bentuk kesalahan pemikiran lainnya adalah permasalahan sosial yang kerap dikait-kaitkan dengan mitos ataupun kepercayaan manusia akan suatu gerakan abtrak ‘ilusi’ yang tanpa disadari dapat merubah tatanan kehidupan bermasyaratnya.Untuk itu perlu diadakannya rekayasa sosial agar kesalahan-kesalahan berpikir seperti ini dapat diatasi sehingga masyarakat dapat melihat permaslahan yang dihadapinya sebagai sesuatu yang konkrit.

Rekayasa sosial timbul akibat adanya sentimen atas kondisi manusia.Untuk itu perlu adanya perombakan yang dimulai dari cara pandang/paradigma manusia atas sebuah perubahan.

REKAYASA SOSIAL SEBAGAI ALAT KONTROL SOSIAL

Masyarakat pada umumnya mempercayai sesuatu apabila mayoritas persepsi yang berkembangkan merujuk pada pembenaran hal tersebut sehingga kelompok masyarakat intelektual sering kali terlibat dalam perang cara pandang maupun gagasan yang terkesan ‘ego’ demi sebuah pengakuan atas cara berpikir dari masing-masing pihak.

Disinilah peran rekayasa sosial dalam merubah gaya bermasyarakat seperti ini.Adanya gagasan atas perubahan sosial kearah yang lebih baik dengan cara yang benar dan lebih realistis dapat mendorong keinginan masyarakat untuk berpartisipasi dalam misi atas perubahan sosial tersebut.

REKAYASA SOSIAL SEBAGAI ALAT P0LITIK

Politik dan Rekayasa sosial adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan meskipun pada dasarnya keduanya hampir tidak berbeda satu sama lainnya karena keduanya bertujuan mengorganisir masyarakat untuk tujuan tertentu , hanya saja rekayasa sosial punya ruang lingkup yang lebih luas serta tidak terbatas pada permasalahan kekuasan semata.Dalam dinamika politik , rekayasa sosial kerap digunakan untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Politik mampu memicu adanya perubahan sosial apabila masyarakat ikut berpartisipasi sebagai eksekutor dari perubahan itu tetapi tidak hanya pemerintah , masyarakat pada pada umumnya mempunyai pola yang berbeda satu dengan yang lainnya dalam menginpresentasekan jalan kepada perubahan sosial ini.sehingga keseragaman pemikiran akan hal ini perlu dilakukan agar perubahan sosial ini dapat lebih mudah direalisasikan.

REKAYASA SOSIAL SEBAGAI ALAT PEMERSATU BANGSA.

Ir.Soekarno maupun Moh.Hatta sadar betul bahwa mengincar kemenangan lewat jalur peperangan tidak mampu membawa indonesia pada gerbang kemerdekaan selain adanya korban jiwa dan harta benda peperangan bisa saja berlangsung bertahun-tahun lamanya tanpa ada solusi atas permasalahan tersebut , oleh karena itu perlu adanya konversi lewat jalur persuasif yaitu diplomasi.

Sebagaimana kita tahu dalam sejarah indonesia bahwa kemerdekaan diraih atas keinginan melepaskan diri dari penjajahan , keinginan yang timbul disebabkan oleh keadaan yang sama dan perasaan sepenanggunan pun timbul karena hal tersebut.

Tidak dapat disangkal bahwa apabila perang berkepanjangan tanpa adanya diplomasi maka kemerdekaan tidaklah dapat tercapai , meskipun bila nantinya indonesia mampu memerdekakan diri lewat hal ini maka hanya sebagian besar pulau jawalah yang akan disebut ‘indonesia’.

REKAYASA SOSIAL PADA UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Pemberdayaan masyarakat merupakan proses pembangunan yang diinisiasi oleh masyarakat untuk merencanakan, memutuskan dan mengelola sumberdaya lokal yang dimiliki melalui collective action dan networking, hingga mereka memiliki kemampuan dan kemandirian secara ekonomi, ekologi, dan sosial (Subejo dan Supriyanto, 2004). Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi bila terjadi interaksi dan partisipasi aktif dari tiap invidu; dan dapat dikatakan berhasil jika masyarakat menjadi subyek, bukan sebaliknya.

Contoh nyata adalah kemiskinan dan upaya pengentasannya. Pihak-pihak terkait telah berupaya mengatasi tersebut melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat, sering dinamakan Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment). Kegiatan tersebut lebih banyak bermuara pada bantuan langsung pada masyarakat, baik yang bersifat materi maupun bantuan stimulan sarana prasarana usaha.

maka terpikir bahwa permasalahan pada pelaksanaan pemberdayaan masyarakat antara lain:

  1. Implementasi program belum distruktur secara baik; lebih cenderung terpusat pada kegiatan yang instan, seperti penyaluran bantuan, yang dikhawatirkan justru dapat “mengkerdilkan” moral dan perilaku masyarakat miskin;
  2. Tujuan program yang ditawarkan belum dapat dipahami secara baik oleh masyarakat sasaran; akibat kondisi sosial-ekonomi, budaya dan latar belakang SDM yang beragam;
  3. Kegiatan yang dilakukan belum didasarkan pada isu-isu penyebab kemiskinan; sehingga program yang dilakukan kurang menyentuh substansi masalah.

Beberapa referensi menyatakan, penurunan angka kemiskinan dapat dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan filosofi:

  1. Mengurangi beban pengeluaran konsumsi kelompok miskin;
  2. Meningkatkan produktifitas dan pendapatannya. Pengurangan beban pengeluaran konsumsi kelompok miskin sangat terkait dengan laju inflasi, serta kondisi fiskal dan moneter, sedangkan peningkatan produktivitas dilakukan melalui pengembangan usaha masyarakat, berbasis UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) meliputi diversifikasi mutu produk, penguatan permodalan, peningkatan SDM; serta pendampingan usaha. Keduanya, merupakan tanggungjawab pemerintah, sesuai dengan tujuan nasional untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. (pertarunganhidup.wordpress.com)

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju https://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Pos ini dipublikasikan di Rekayasa Sosial. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s