Berbisnis? Hati-Hati di 5 Tahun Pertama

Mengapa banyak pemilik bisnis gagal di 5 tahun pertama saat mendirikan bisnis? Apakah mereka kurang pengetahuan? Tidak juga. Mereka justru pembelajar yang banyak sekali ilmu bisnisnya. Atau mereka kurang modal dan pengalaman? Sama sekali bukan itu alasannya. Modal dan pengalaman bisa dicari dari orang lain, ada sebagian orang yang punya uang berlebihan (investor) dan pihak keuangan (bank) yang bisa diajak bekerjasama,  ada juga para professional yang bisa bekerja sangat baik untuk menjalankan bisnis Anda. Jadi, kedua alasan itu bukan penyebab utama kegagalan berbisnis.

ActionCOACH menilai, penyebab kegagalan berbisnis para pengusaha hanya satu hal, yaitu kualitas mind set  yang kurang memadai. Boleh dibilang, mind set adalah arah, sementara keterampilan (skill), pengalaman, modal, SDM dan tata kelola bisnis adalah petanya.

Bayangkan, anda sebagai pemilik bisnis memiliki peta namun buta arah kemana bisnis akan dibawa. Tak berlebihan, seorang pengusaha seperti berada di dalam labirin (ruang yang memiliki banyak pintu), posisinya ada ditengah ruang dan dia sangat bingung pintu mana yang tepat hingga bisa keluar.

Setiap pintu yang dipilih akan membawa Anda makin dekat atau makin jauh dari tujuan Anda (pintu keluar), dan terdapat begitu banyak pintu selama proses bisnis yang Anda geluti.Bayangkan, ketika Anda sedang bingung untuk memutuskan, pintu (arah) mana yang akan Anda ambil, seorang dari atas (helicopter view) memberi arah ke pintu mana yang harus Anda lalui, dan akhirnya Anda dengan mudahnya terbebas dari labirin di bisnis Anda.

Tetapkan Pelatih Bisnis Anda

Seorang pelatih sepak bola bisa melihat kesalahan para pemain saat dilapangan, karena dia berada di luar lapangan. Dan seorang pemain tak akan mungkin tahu kesalahan yang ia lakukan, karena titik fokusnya ada didalam lapangan.Inilah mengapa atlit yang memiliki pelatih jauh lebih berprestasi dibanding mereka yang tak punya pelatih, karena pelatih bisa memberi arah yang benar dan dukungan yang diperlukan agar atlit binaannya bisa juara.

Coaching not just for sport, begitu slogan ActionCOACH. Tak perduli, apakah Anda atlit dilapangan bola atau pebisnis di area bisnis Anda, jika ingin lebih mengoptimalkan prestasi, sebaiknya memiliki seorang pelatih.Cerita di atas memberi kita pelajaran yang berharga, betapa sulit keluar dari labirin jika kita tak memiliki kemampuan membaca arah, dan betapa sulit pula berbisnis jika mind set kita  masih kurang tepat dengan apa yang seharusnya kita miliki sebagai pengusaha.

Bisnis bukan apa yang Anda tahu, bisnis adalah melakukan atas apa yang anda tahu. Bukan hanya melakukan dengan benar, tetapi harus juga berdasarkan skala prioritas. Begitu banyak pengusaha yang tak bisa membedakan antara pengusaha dengan entrepreneur. Dimana letak perbedaannya? Pengusaha berasal dari kata usaha, asal untung ya beruntung. Bisnis yang ia bangun berdasarkan transaksi dari hari ke hari. Tak jauh beda dengan pedagang yang ber mind set, “ hari ini semoga saya untung dan tidak buntung” .

 Bisnis semacam ini lebih tepatnya disebut pedagang, bukan pengusaha. Boleh jadi, pebisnis yang ber mind set seperti ini tak akan pernah bebas uang dan waktu dibisnisnya. Berbeda dengan pola mind set entrepreneur yang dibangun oleh ActionCOACH. Seorang pengusaha dikatakan entrepreneur jika bisnisnya sudah profitable, enterprise, commercial that’s runs without you.Tak perduli apakah omzet Anda sudah milyaran per bulan bahkan per hari, jika Anda belum memenuhi persyaratan diatas, maka Anda , berdasarkan definisi ActionCOACH, belum bisa disebut sebagai entrepreneur sukses.

Seorang entrepreneur adalah pebisnis yang berpola pikir “sistem”, bukan transaksi jangka pendek. Dengan sistim yang benar, seorang pemilik bisnis seperti memiliki saluran air yang bisa menerima air secara berkelimpahan walau tanpa dia menimba atau membawa ember dari mata air menuju rumah. Inilah letak perbedaan yang paling prinsip antara entrepreneur dengan pengusaha.

Sumber: strategi-usaha.wirausahanews.com

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju https://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Pos ini dipublikasikan di Tips Bisnis, Tips dan Trik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s