Investasi di Kawasan Perdagangan Bebas Turun

Pemerintah terus memperhatikan pertum­buh­an investasi di zona perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ) Batam-Bintan-Karimun yang terus turun dan sedikit meng­khawatirkan. Gita Irawan Wir­jawan, Kepala Badan Koordi­na­si Penanaman Modal, mengatakan hambatan investasi harus segera diselesaikan agar zona per­dagangan bebas Indonesia ti­dak kalah bersaing dengan zona perdagangan bebas negara kawasan.

Menurut dia, meski kondisi ma­kro ekonomi Indonesia cukup baik mendorong pertumbuhan eko­nomi, namun kontribusi zona per­dagangan bebas terhadap per­tum­buhan ekonomi terus turun, pa­dahal kontribusinya seharusnya terus meningkat. “Untuk memperbaiki tujuan free trade zone, kasus-kasus penghambat investasi harus segera diselesaikan dan BKPM su­dah meng­evaluasi hal-hal tersebut,” ujarnya.

Data Badan Pengusahaan Ba­tam mencatat sampai dengan kuar­tal I 2012, investasi asing yang berminat masuk ke kawasan bebas Batam US$ 24,259 juta.

Gita mengatakan pemerintah te­lah mempersiapkan beberapa tim untuk melakukan evaluasi lang­sung ke lapangan, sehingga di­harapkan permasalahan yang ter­jadi di zona perdagangan bebas da­pat segera terpecahkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Saat ini evaluasi belum selesai dan ba­nyak masalah yang belum selesai disepakati  antara pemerintah pusat dan daerah.

Azhar Lubis, Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, mengatakan perma­sa­lahan yang terjadi di kawasan perdagangan bebas cukup pelik dan  banyak kasus yang belum bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Ma­salah buruh misalnya, soal kenaikan upah dan pengaruhnya ke minat investasi di  daerah tersebut.

Dari semua masalah tersebut baru kasus masuknya barang investasi mesin-mesin produksi yang sudah diselesaikan, yaitu de­ngan diterbitkannya peraturan pemerintah yang mempermudah masuknya barang-barang tersebut ke zona perdagangan bebas.

Ke depan, untuk mempercepat perbaikan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut pemerin­tah akan fokus pada perbaikan si­si aturan ketenagakerjaan, karena masalah tersebut menggambarkan apakah kawasan tersebut la­yak untuk investasi atau tidak. (bakrieglobal.com)

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju https://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Pos ini dipublikasikan di ACFTA, Perdagangan Bebas dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s