Prinsip Dasar Membuka Usaha Prasekolah

Pendidikan, merupakan sebuah kebutuhan pokok bagi sesorang. Bahkan tersedia ‘prasekolah’ untuk anak-anak di usia yang sangat dini. Salah satu pemerhati dan pelaku usaha di bidang pendidikan untuk anak-anak adalah ‘Jack&Gym’. Dimulai dari artikel ini, Jack & Gym berbagi informasi mengenai banyak hal di bidang pendidikan anak-anak, dilihat dari sisi bisnis yang tetap mengedepankan kualitas pendidikan itu sendiri.

Berkaca pada fenomena pendidikan prasekolah pada era belakangan ini, yakni dengan menjamurnya beragam lembaga pendidikan prasekolah yang saling berlomba untuk menghadirkan berbagai hal seperti metode pendidikan, fasilitas dan sebagainya, disadari atau tidak, ikut membentuk karakter orangtua dalam mengambil keputusan saat memilih lembaga pendidikan yang ideal bagi putra-putri mereka. Sebagian orangtua menjadi lebih selektif, kritis dan eksploratif. Sebagian lagi cenderung coba-coba, sementara sebagian yang lain justru sekedar mengikuti trend atau menjaga gengsi semata.

Demikian juga dari sisi pengelola sekolah. Sebagian dari mereka telah mempersiapkan karakter dan formulasi tertentu sebagai modal eksistensi mereka di dunia pendidikan prasekolah. Sebagian lagi menggunakan trend, eksklusifitas ataupun sistem instan sebagai jubah mereka. Sementara, tidak sedikit juga yang sekedar ‘turut serta’ dalam dunia pendidikan prasekolah, tanpa mempertimbangkan spesifikasi, kualitas ataupun perencanaan yang matang. Alhasil, tidak sedikit di antara mereka yang gugur ditengah jalan.

Lantas, apakah itu berarti membuka sebuah usaha prasekolah merupakan suatu hal yang kompleks? Jawabannya bisa ya atau tidak. Hal ini tergantung pada konsep prasekolah yang akan kita dirikan. Untuk sebuah prasekolah dengan ragam program dan fasilitas, tentunya bersifat lebih kompleks, karena mencakup banyak aspek, baik dari perencanaan, persiapan hingga operasionalnya. Sedangkan untuk sebuah prasekolah dengan spesifikasi tertentu, contohnya lembaga pendidikan yang mengusung program olah gerak motorik (physical play program) cenderung memiliki cakupan yang lebih sederhana pada berbagai hal, seperti fasilitas, perlengkapan, dan lain-lain.

Namun, meskipun dibilang lebih sederhana, bukan berarti membuka lembaga pendidikan prasekolah dengan program motorik, sebut saja sebagai Playschool, itu mudah. Dikatakan tidak mudah karena usaha ini membutuhkan 3 C atau Triple C’s. Kata kunci C yang pertama adalah Commitment. Memang, komitmen merupakan satu prinsip awal dan mendasar yang harus dimiliki oleh siapapun yang ingin bergelut dan berkembang di suatu bidang usaha, terlebih lagi di bidang pendidikan prasekolah. Dengan komitmen yang tinggi, tentunya aspek tanggung jawab moral yang terkandung di dalam muatan pendidikan anak tidak akan tergerus atau terkikis oleh kepentingan bisnis atau aspek komersil semata. Komitmen disini juga merupakan landasan awal dari profesionalitas kerja sebuah lembaga pendidikan prasekolah.

Huruf C yang kedua adalah Consistency atau konsistensi. Mengapa konsistensi? Karena dengan berkembangnya situasi serta tuntutan pasar dari waktu ke waktu, maka pihak penyelenggara Playschool dituntut untuk cermat dalam menyikapinya. Sebuah Playschool harus konsisten dalam menjaga prinsip dasar dari program yang diusung, dalam hal ini physical play program, meski terdapat beberapa kombinasi atau penyesuaian seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini untuk menjaga eksistensi dan karakter dari playschool itu sendiri.

Sedangkan huruf C ketiga adalah Contribution atau kontribusi. Kontribusi disini dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda. Pada skala kecil, seluruh pihak yang terkait dalam operasional wajib memberikan kontribusi sepenuhnya untuk proses tumbuh kembang anak-anak yang bernaung di Playschool terkait. Sedangkan pada skala yang lebih besar, pihak terkait dituntut untuk mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kualitas dan potensi anak-anak di lingkungan sosial yang lebih luas.

Lalu, “bagaimana langkah-langkah memulai usaha sebuah Playschool?”. Jawaban pertanyaan ini akan dideskripsikan pada bagian selanjutnya dari tema bahasan ini. Yang penting, kita pahami dulu catatan di atas sebagai sebuah pijakan awal.

——–

Andrean Uncle Jack. Sumber: oktomagazine.com

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju https://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Pos ini dipublikasikan di PAUD dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s