Merintis Bisnis Prasekolah (1)

Jika pada ulasan sebelumnya, telah saya ungkapkan mengenai berbagai hal mendasar yang perlu dijadikan pijakan awal, jauh sebelum memulai tahapan atau langkah awal pendirian sebuah usaha Prasekolah, maka pada catatan kali ini saya akan mulai mengulas langkah-langkah sederhana untuk memulai usaha terkait.

Tahap Pra-persiapan

Tahapannya akan saya bagi menjadi 3 bagian, yaitu: tahap Pra-persiapan, Persiapan dan Operasional. Perlu rasanya saya tekankan bahwa ulasan ini diambil dari sudut pandang, pengalaman serta pengamatan saya, sebagai pihak yang memang menggeluti dan membidani bidang ini. Dari konsep yang dibawakan pun lebih spesifik, yang sedikit berbeda dari konsep pada umumnya. Namun saya tidak akan mengulas konsep tersebut terlalu awal.

Untuk mendahului tahapan ini, saya akan memulainya dari satu aspek yang relatif penting untuk diketahui. Apakah itu Modal atau Dana? Bukan! Bukan itu. Mari kita tidak membicarakan atau terjebak dengan angka-angka yang fantastis. Kita akan fokus pada satu hal awal, yaitu: Lokasi!

Ya, lokasi merupakan satu aspek penting yang harus saya dahulukan. Mengapa? Karena aspek ini memegang peranan penting dalam menentukan kalkulasi pendanaan yang dibutuhkan, juga untuk mengetahui seberapa besar konsep operasional yang dapat diwadahi. Secara ideal, untuk menentukan sebuah lokasi, terdapat beberapa hal yang patut dicermati, seperti: bentuk bangunan (rumah, ruko, lokasi di pusat perbelanjaan, dll), luas bangunan atau ukuran ruang, kondisi bangunan, kondisi akses jalan, jarak antara lokasi dengan jalan utama, jarak dan variasi area publik di sekitar, serta yang tidak boleh dikesampingkan adalah fleksibilitas dalam mengurus izin usaha di wilayah terkait.

Untuk yang terakhir ini, biasanya biasanya terjadi di kawasan perumahan dimana ada pihak pengurus wilayah atau masyarakat di beberapa wilayah yang tidak mengizinkan untuk pendirian sekolah di area terkait. Tentunya ini dapat diatasi dengan melakukan survey awal.

Sekali lagi, saya akan coba menjelaskan perihal lokasi ini dari sudut pandang saya. Memang akan lebih ideal apabila kita memiliki lokasi seluas mungkin untuk operasional sebuah sekolah. Namun, bagaimana dengan mereka hanya memiliki lokasi yang terbatas? Apakah mungkin sebuah usaha Prasekolah dioperasionalkan di ruang terbatas dan lokasi yang tidak dipinggir jalan? Kalau saya akan menjawabnya dengan Ya! Dengan kata lain, setiap orang bias memulai usaha ini dengan skala kecil.

Untuk itu, saya mengedapnkan konsep physical play program atau olah gerak motorik yang relatif lebih fleksibel untuk diselenggarakan di berbagai jenis lokasi. Konsep ini dapat menampung berbagai kelompok usia mulai dari bayi berumur 6 atau 7 bulan hingga usia taman kanak-kanak hanya dengan menggunakan 1 ruang sebagai area aktivitas motorik. Ukuran ruangan pun bisa beragam, misalnya 3,5 x 5 meter, 4 x 4 meter, 5 x 5 meter dan sebagainya. Dengan ukuran ruang seperti itu, seseorang bisa mengelola usaha prasekolah dengan konsep yang sederhana, unik, menarik serta sesuai dengan kebutuhan dasar anak. Tentunya dengan ruangan yang kecil, pendanaan pun lebih bisa disesuaikan. Artinya, kita tidak perlu menyewa ruang khusus utk mengadakan kegiatan ini, cukup dengan menggunakan ruang ayang ada di rumah kita. Area lain yang diperlukan selain ruang tersebut mungkin untuk keperluan administrasi (front desk) yang cenderung mudah untuk ditempatkan di berbagai sudut.

Ilustrasinya, dalam satu ruang tersebut, kita akan mengatur jadwal kegiatan untuk ‘murid’secara bergantian, contohnya: dalam 1 hari terdapat 3 jenis kelompok usia dengan durasi selama 60 menit untuk masing-masing kelas. Kelas ‘merangkak’ diadakan pukul 08.30 WIB, kelas ‘berjalan’ pukul 09.45 WIB, sedangkan kelas ‘berlari’ dimulai pukul 10.15 WIB. Pengatuan tersebut dapat dilakukan dengan sistem yang berbeda pada hari selanjutnya atau diatur dalam pertemuan 2 kali dalam seminggu, misalnya senin-rabu, selasa-jumat dan kamis-sabtu.

Untuk kelompok usia 3 tahun ke atas dapat diadakan di siang dan sore hari, mengingat pada usia tersebut, mereka telah mengenyam pensisikan akademik (formal). Intinya, dalam satu ruang berskala minimalis pun kita dapat mengelola dan mengembangkan usaha prasekolah dengan program motorik. Jadi tak perlu ragu dengan keterbatasan pada aspek tersebut. Mengenai persiapan lebih jauh akan saya jelaskan pada catatan selanjutnya. Setidaknya, saya berharap agar ulasan ini sedikit membuka sudut pandang kita bahwasanya keterbatasan tidak menjadi sebuah halangan untuk meewujudkan mimpi kita untuk terjun dalam dunia pendidikan prasekolah. (Andrean Uncle Jack. Sumber: oktomagazine.com)

 

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju https://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Pos ini dipublikasikan di PAUD dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s