Memilih Metode Sekolah Rumah

Istilah Sekolah Rumah (oleh Diknas) atau homeschooling dalam dunia pendidikan Indonesia sebenarnya bukanlah hal yang baru. Mungkin kata homeschooling-nya baru saja populer sepuluh tahun belakangan. Tetapi sebenarnya bangsa kita sudah sejak lama mengenal homeschooling, jauh sebelum sistem pendidikan modern dan sistem pendidikan Belanda yang disebut sekolah hadir di bumi Indonesia.

Zaman dulu dikenal istilah-istilah padepokan atau pesantren-pesantren misalnya, para pendekar zaman dahulu mengajar di padepokannya. Bangsawan mendatangkan guru-guru dengan keahlian yang berbeda untuk mengajar anaknya. Atau para kiai dan tuan guru secara khusus mendidik anak-anaknya di rumah. Walupun belum diukur, tapi raja-raja besar dan tokoh besar lahir dari sana.

Karena homeschooling memiliki kebebasan maka pola belajar yang diciptakan oleh para ahli ini bisa Anda gunakan sebagai dasar dari metode yang akan diterapkan.

School at-home adalah model pendidikan yang serupa dengan yang diselenggarakan di sekolah. Hanya saja, tempatnya tidak di sekolah, tetapi di rumah. Metode ini juga sering disebut textbook approach, traditional approach, atau school approach.

Unit studies adalah model pendidikan yang berbasis pada tema (unit study). Pendakatan ini banyak dipakai oleh orang tua homeschooling. Dalam pendekatan ini, siswa tidak belajar satu mata pelajaran tertentu melainkan mempelajari banyak mata pelajaran sekaligus melalui sebuah tema yang dipelajari. Metode ini berkembang atas pemikiran bahwa proses belajar seharusnya terintegrasi (integrated), bukan terpecah-pecah (segmented).

The Living Books adalah model pendidikan melalui pengalaman dunia nyata. Metode ini dikembangkan oleh Charlotte Mason. Pendekatannya dengan mengajarkan good habit, keterampilan dasar, serta mengekspos anak dengan pengalaman nyata, seperti berjalan-jalan, mengunjungi museum, berbelanja ke pasar, mencari informasi di perpustakaan, menghadiri pameran, dan sebagainya.

The Classical adalah model pendidikan yang dikembangkan sejak abad pertengahan. Pendekatan ini menggunakan kurikulum yang distrukturkan berdasarkan tiga tahap perkembangan anak yang disebut Trivium. Penekanan metode ini adalah kemampuan ekspresi verbal dan tertulis. Pendekatannya berbasis teks/literatur (bukan gambar/image).

The Waldorf adalah model pendidikan yang dikembangkan oleh Rudolph Steiner, karena Steiner berusaha menciptakan setting sekolah yang mirip keadaan rumah, metodenya mudah diadaptasi untuk homeschool .

The Montessori adalah model pendidikan yang dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori. Pendekatan ini mendorong penyiapan lingkungan pendukung yang nyata dan alami, mengamati proses interaksi anak-anak di lingkungan, serta terus menumbuhkan lingkungan sehingga anak-anak dapat mengembangkan potensinya, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Unschooling berangkat dari keyakinan bahwa anak-anak memiliki keinginan natural untuk belajar dan jika keinginan itu difasilitasi dan dikenalkan dengan pengalaman di dunia nyata, maka mereka akan belajar lebih banyak daripada melalui metode lainnya. Unschooling tidak berangkat dari textbook, tetapi dari minat anak yang difasilitasi.

Setelah mengetahui beberapa konsep tersebut sekarang Anda bisa memilih salah satunya atau bahkan menggabungkan. Penggabungan beberapa konsep ini juga dikenal dengan The Eclectic. Dimana konsep ini memberikan kesempatan pada keluarga untuk mendesain sendiri program homeschooling yang sesuai, dengan memilih atau menggabungkan dari sistem yang ada.

Nah, karena konsep-konsep di atas diciptakan bukan dari budaya Indonesia, maka sangatlah bijak jika Anda menggabungkannya dengan unsur budaya dan tatakrama yang berlaku di keluarga besar atau lingkungan. Sekali lagi, pendidikan itu bukan mencetak anak menjadi, tetapi menggali kemanusian dan hidupnya.

(Ali Muhtadi/ staff.uny.ac.id/ felly@oktomagazine.com)

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju https://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Pos ini dipublikasikan di Homeschooling, PAUD. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s