Strategi Komunikasi Pemasaran Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Luqman Al Hakim Pesantren Hidayatullah

Oleh : Mashud, S.Sos.I., .M.Si
(Dosen Tetap STAI Luqman al-Hakim Surabaya)

Abstak

Secara umum komunikasi meliputi setiap bentuk pernyataan manusia, baik berupa pernyataan antar persona melalui person to person communication, pernyataan kepada kelompok orang (group communication), maupun pernyataan kepada orang banyak (mass communication). Adapun pemasaran meliputi seluruh aktivitas yang dikemas untuk menuju pertukaran yang mengarah pada konsep pasar yang sering dikenal dengan costumer oriented (berorientasi pada pelanggan). Konsep pasar yang dimaksud adalah semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan dan atau keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu. Dengan demikian secara konseptual, komunikasi pemasaran merupakan bagian integral dari komunikasi dan juga merupakan bagian integral dari pemasaran. Dari pespektif komunikasi, dalam merancang komunikasi pemasaran tidak terlepas dari berbagai variabel komunikasi yang perlu menjadi pertimbangan. Sementara itu dari perspektif pemasaran, komunikasi pemasaran juga tidak terlepas dari berbagai variabel pemasaran yang perlu menjadi pertimbangan. Uraian tentang komunikasi pemasaran dan aplikasinya pada salah satu lembaga pendidikan akan diuraikan pada tulisan berikut berdasarkan studi analisis komunikasi pemasaran.

Key words ; Komunikasi, pemasaran, dan Lembaga Pendidikan Islam

A. Pendahuluan

Peran komunikasi pemasaran dari tahun ke tahun dirasakan semakin penting dan memerlukan pemikiran ekstra, terutama  dalam rangka untuk memperkenalkan, menginformasikan, menawarkan , mempengaruhi dan mempertahankan tingkah laku pembeli dari konsumen dan pelanggan potensial suatu perusahaan1. Dengan istilah lain dapat dikatakan bahwa komunikasi pemasaran memegang peranan yang sangat penting bagi pemasar. Keberadaan komunikasi merupakan hal yang mutlak. Konsekwensinya tanpa komunikasi pelanggan, konsumen, maupun masyarakat umum tidak akan mengetahui suatu produk yang dihasilkan suatu perusahaan.

Namum demikian, dalam kenyataannya melakukan kegiatan komunikasi pemasaran tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Oleh karena itu, jika ingin berhasil, pihak perusahaan perlu merancang dan menetapkan strategi komunikasi – yang meliputi berbagai komponen komunikasi- secara tepat dan terarah sesuai dengan kebutuhan dan selera pasar pada saat melakukan berbagai kegiatan promosi produk2.

Uraian di atas tidak hanya berlaku bagi suatu perusahaan yang memiliki produk tertentu saja, tapi juga berlaku pada sebuah lembaga / institusi yang memiliki berbagai program, baik itu program sosial, pendidikan, dan jasa. Dalam program pendidikan, misalnya sebuah institusi atau lembaga yang bersangkutan harus memiliki strategi komunikasi yang jitu. Artinya ia harus merancang dan menetapkan strategi komunikasi yang tepat dan terarah sesuai dengan kebutuhan dan selera masyarakat pada saat itu.

Demikian halnya dengan sebuah Lembaga Pendidikan, baik itu lembaga pendidikan yang bersifat umum maupun yang bernafaskan Islam akan selalu memiliki strategi komunikasi dalam memasarkan program yang ada dalam lembaga tersebut. Begitu juga halnya dengan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Luqman Al Hakim yang memiliki program pendidikan mulai dari Play Group sampai perguruan tinggi yang  bernaung di bawah Pesantren Hidayatullah Surabaya, di dalam melakukan komunikasi pemasaran ia memiliki beberapa strategi dan langkah-langkah yang telah direncanakan.

Keberadaan LPI Luqman Al Hakim sebagai bagian dari program yang ada di lingkungan pesantren Hidayatullah merupakan institusi pendidikan yang memiliki ciri khas tersendiri. Spesifikasi (kekhasan) program pendidikan di lingkungan pesantren hidayatullah adalah menerapkan konsep integral atau sekolah integral. Integral mengandung pengertian menyeluruh, sekolah integral berarti sekolah yang pengelolaan komponen pendidikannya secara menyeluruh. Komponen pendidikan tersebut meliputi institusi pendidikan, materi pembelajaran berupa transfer ilmu dan uswah, pendekatan dan motodologi pengajaran, murid, serta lingkungan sekolah3.

Institusi pendidikan terdiri dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Materi pembelajaran berupa ilmu yang dipandang secara komprehensif, merupakan kesatuan yang utuh sehingga tidak ada pemisahan ilmu agama (ulumuddin)  dengan ilmu umum (science), dunia dan akhirat. Pendekatan dan metodologi pengajaran merupakan proses transfer ilmu serta metodologi pengembangan ilmu tersebut yang dilandasi oleh uswah (tauladan yang baik), sehingga bukan hanya sekedar transfer ilmu dan kerangka berfikir tetapi juga transfer nilai.  Murid sebagai pembelajar dipandang secara utuh dan menyeluruh dari seluruh instrumentasi yang dimiliki manusia, sehingga aspek  intelektual, spiritual dan keterampilan  dikembangngkan secara terpadu4. Pola pendidikan inilah yang diharapkan mampu mengembangkan kemampuan dari seluruh potensi manusia secara maksimal.

Program integral inilah yang menjadi kekhasan yang dimiliki Lembaga Pendidikan Islam Luqman AL Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya. Dan program ini juga yang menjadi produk unggulan dari LPI Luqman Al Hakim. Walaupun keberadaan LPI Luqman Al Hakim tidak jauh berbeda dengan LPI lainnya, namun ada perbedaan yang cukup signifikan yang dapat dilihat antara lain, biaya pendidikan relatif murah, lingkungan pesantren yang islami, ilmiah dan alamiah yang di dalamnya terdapat masjid dengan kapasitas 3000 jama’ah. Di sisi lain kehadiran LPI Luqman Al hakim di tengah pergulatan dunia pendidikan di nusantara adalah karena adanya keprihatinan yang mendalam terhadap output yang dihasilkan produk pendidikan nasional. Output yang dimaksud adalah lahirnya peserta didik yang pandai /pintar di satu sisi namun di sisi lain tidak memiliki moral (krisis moral). Memang tidak semua peserta didik melakukan demikian, namun secara umum fenomena yang nampak di tengah masyarakat demikian yang terjadi. Sehingga dapat dikatakan bahwa kehadiran LPI Luqman Al Hakim bisa menjadi jawaban atas krisis moral yang menimpa peserta didik yang sudah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah. Harapan output dari proses pendidikan di LPI Luqman Al Hakim adalah lahirnya peserta didik yang tidak hanya memiliki pengetahuan umum (science) saja, tapi mereka juga memiliki pengetahuan agama (ulumuddin). Dengan ilmu agama yang kuat peserta didik diharapkan dalam situasi dan kondisi bagaimanapun mampu membentengi diri dari pengaruh lingkungan dan budaya barat yang begitu deras mengalir ke relung-relung khidupan masyarakat Indonesia.

Dalam mewujudkan LPI yang mampu menjawab tantangan dengan melahirkan peserta didik yang memiliki pribadi pintar tanpa melupakan etika moral (akhlaq) dalam kehidupan sehari-hari, maka perlu adanya pola pendidikan yang bisa melahirkan produk siswa seperti yang didambakan. Atas dasar inilah kemudian lahir program pendidikan integral (sekolah integral), yang mengandung pengertian suatu sekolah yang pengelolaan komponen pendidikannya secara menyeluruh. Komponen pendidikan tersebut meliputi ; institusi pendidikan (keluarga, sekolah dan masyarakat), materi pembelajaran (transfer ilmu dan uswah), pendekatan dan metodologi pengajaran, murid, serta lingkungan sekolah.

Program pendidikan integral yang di implementasikan dalam bentuk institusi pendidikan Play Group sampai Perguruan Tinggi  inilah yang menjadi produk dari LPI Luqman Al Hakim Surabaya. Lalu bagaimana langkah-langkah atau strategi yang dilakukan untuk menarik konsumen (masyarakat) agar mau menyekolahkan putra-putrinya di LPI Luqman Al hakim Surabaya ? Sebelum diuraikan lebih jauh tentang kajian strategi komunikasi pemasaran, terlebih dahulu akan dijelaskan beberapa konsep dan variabel yang relevan dengan pembahasan topik yang diangkat pada tulisan ini. Konsep dan variabel yang dimaksud meliputi ; konsep komunikasi pemasaran, variabel-variabel komunikasi pemasaran dan rancangan variabel komunikasi pemasaran.

B. Konsep Komunikasi Pemasaran           

Konsep komunikasi pemasaran terdiri dari dua kalimat yang masing-masing mengandung pengertian tersendiri, yaitu konsep komunikasi dan konsep pemasaran. Secara umum komunikasi meliputi setiap bentuk pernyataan manusia, baik berupa pernyataan antar persona melalui person to person communication, pernyataan kepada kelompok orang (group communication), maupun pernyataan kepada orang banyak (mass communication). Dengan demikian pada prinsipnya komunikasi adalah ilmu tentang pernyataan manusia yang menggunakan lambang-lambang yang mengandung makna baik secara verbal maupun non verbal dengan maksud untuk merubah sasaran sesuai dengan apa yang diinginkan komunikator. Menurut Neni Yulianita (2005) komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada penerima. Proses penyampaian pesan tersebut dilakukan dengan menggunakan pernyataan manusia dalam bentuk lambang-lambang yang berarti baik secara verbal maupun nonverbal, bermedia atau tidak dengan maksud untuk merubah opini, sikap, maupun perilaku penerima bahkan dapat pula sebaliknya merubah opini, sikap, dan perilaku komunikator sebagai penyampai pesan itu sendiri5.

Variabel komunikasi dalam konteks komunikasi pemasaran meliputi semua komponen-komponen komunikasi yaitu, pengirim (komunikator), penerima (komunikan), pesan (massage), saluran (chanel), konteks (setting), umpan balik (feedback), gangguan (noise), dan hasil akhir (effect). Berikutnya adalah konsep pemasaran. Secara umum pemasaran meliputi seluruh aktivitas yang dikemas untuk menuju pertukaran yang mengarah pada konsep pasar yang sering dikenal dengan costumer oriented (berorientasi pada pelanggan). Konsep pasar yang dimaksud adalah semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan dan atau keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersediadan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu. Dengan demikian konsep pemasaran     seperti yang diuraikan Neni Y. (2005) secara umum adalah kegiatan mendistribusikan barang dari para produsen pembuatnya ke para konsumen pemakainya meliputi tahapan dimulai dari penciptaan produk hingga ke pelayanan purna jual setelah transaksi penjualan itu sendiri terjadi.

Dari uraian tentang konsep komunikasi dan konsep pemasaran di atas dapat dijelaskan bahwa secara konseptual, komunikasi pemasaran merupakan bagian integral dari komunikasi dan juga merupakan bagian integral dari pemasaran. Dari pespektif komunikasi, dalam merancang komunikasi pemasaran tidak terlepas dari berbagai variabel komunikasi yang perlu menjadi pertimbangan. Sementara itu dari perspektif pemasaran, komunikasi pemasaran juga tidak terlepas dari berbagai variabel pemasaran yang perlu menjadi pertimbangan. Selanjutnya mengenai komunikasi pemasaran bila disederhanakan dapat dijelaskan bahwa pada prinsipnya komunikasi pemasaran itu meliputi berbagai bentuk komunikasi dalam rangka aplikasi pemasaran produk, dimulai dari komunikasi intra persona dan antar personal, komunikasi kelompok, dan komunikasi massa. Di sisi lain komunikasi pemasaran berhubungan dengan perancangan program, proses, tehnik, dan aktivitas komunikasi untuk memasarkan produk perusahaan yang ditujukan bagi konsumen ataupun pelanggan potensial.

B.1 Variabel-Variabel Komunikasi Pemasaran.

a. Komunikator         

Untuk merancang komunikasi pemasaran suatu produk perusahaan, pihak perancang komunikasi pemasaran suatu perusahaan tentu saja perlu menetapkan strategi dan memperhatikan variabel yang akan dirancang sebagai sumber (komunikator). Untuk strategi menetapkan sumber (komunikator), perancang komunikasi pemasaran harus mempertimbangkan faktor ethos sumber  (faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas komunikator pada saat menyampaikan pesan kepada sasaran yang dituju).

Ada 3 dimensi ethos sumber (komunikator) yaitu ; kredibilitas sumber (Source Credibility), atraksi sumber (Source Attractiveness), dan kekuasaan sumber (source power). Ketiga dimensi etos sumber tersebut dengan berbagai komponen-komponennya memberikan pengaruh dalam menciptakan keberhasilan bahkan kegagalan komunikasi. Dalam kajian ini tidak akan dibahas secara mendetail ketiga dimensi tersebut. Hal ini disebabkan karena penulis melihat bahwa yang paling besar pengaruhnya dalam mencapai keberhasilan komunikasi adalah terkait dengan kredibilitas komunikator, tanpa mengabaikan kedua dimensi lainnya.  Selanjutnya, konteks kredibilitas dirumuskan mengenai unsur-unsur yang mewarnai komunikator dari berbagai pandangan para ahli. Ada sepuluh komponen kredibilitas komunikator yaitu ; keahlian (expertness), dapat dipercaya (trustworthiness), sosiabilitas (sociability), koorientasi (coorientation), karisma (charisma), keamanan (safety), dinamisme (dynamism), terbuka (extroversion), sungguh-sungguh (seriousness), dan ketenangan (poise).

b. Komunikan / Komunikate       

Tidak ada penerima (receiver) komunikasi yang akan sama persis dengan penerima komunikasi lainnya. Karenanya penerima komunikasi mempunyai karakteristik-karakteristik baik dari aspek fisik maupun aspek psikologis yang membuat receiver itu unik. Karakteristik fisik dan psikologis penerima pesan akan mempengaruhi penerimaan, interpretasi dan evaluasi pesan-pesan. Berikut adalah berbagai karakter komunikan yang perlu dipertimbangkan dalam aplikasi komunikasi pemasaran, ,yaitu demografis receiver, kepribadian receiver dan komitmen sebelumnya.

Lebih jauh ketiga karakter komunikan dan cakupannya dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, karakteristik demografis receiver ada enam komponen ; usia, jenis kelamin, agama, ras, pendidikan, dan latar belakang afiliasi politik –ekonomi – sosial – budaya. Kedua, kepribadian receiver dibagi lima ; harga diri, kegelisahan, dogmatisme, otoritarionisme (kekuatan), prejudis (prasangka). Ketiga, komitmen sebelumnya dibagi dua ; mendukung dan menghalangi.

c. Pesan (Massage)

Pesan merupakan ruh dari proses komunikasi. Ada enam komponen pesan yang perlu dikaji ; jenis pesan, isi pesan, struktur pesan, organisasi pesan, format pesan dan sumber pesan.Lebih rinci dapat dijelaskan sebagai berikut, jenis pesan dibagi dua ; pesan verbal dan non verbal ; isi pesan dibagi tiga, sifat pesan, himbauan pesan atau daya tarik pesan, dan bukti-bukti pesan. Struktur pesan dibagi tiga ; pengantar, isi, dan kesimpulan. Organisasi pesan dibagi enam ; deduktif, induktif, kronologis, logis, spasial dan topikal. Format pesan dibagi tiga ; visual, audio, dan audio visual.Selain ketiga variabel di atas (komunikator – komunikan – pesan) ada juga variabel lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu variabel media/chanel, umpan balik (feedback), dan variabel efek. Namun dalam tulisan ini tidak akan diuraikan secara mendetail, tanpa mengurangi peran ketiga variabel terakhir ini dalam kajian variabel komunikasi pemasaran.

B.2  Rancangan Variabel Pemasaran         

Menurut  John Dewey (1990 : 45), bahwa perilaku pembuatan keputusan konsumen dapat didasarkan atas prinsip “problem solving” (pemenuhan kebutuhan), “rational” (pertimbangan rasional tentang fungsi dan kegunaannya) atau “hedonic benefits” (pertimbangan emosi/afeksi, cita rasa dan estetika). Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal dan internal. Faktor-faktor eksternal meliputi lingkungan budaya, kelas sosial, pengaruh personal, keluarga dan situasi setempat. Sementara faktor-faktor internal mencakup sumber daya yang dimiliki setiap individu konsumen (waktu, uang, perhatian, dll), motivasi dan keterlibatan diri, pengetahuan, sikap serta unsur-unsur psikografis dan demografisnya.                Dalam konteks pemasaran ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut :

a.  Product              

Konsep produk mempunyai pengertian yang sangat luas, tidak hanya mencakup barang dan jasa tetapi juga meliputi ide/gagasan/konsep, organisasi/institusi, kota, negara, bangsa, orangm dan berbagai bentuk produk lainya yang dapat ditawarkan untuk memenuhi keinginan konsumen.

Menurut Nickels (1984 : 111) “Product is not merely something to be exchanged. A product may also be defined as a perceived set of symbols that have meaning to consumers”. Dengan demikian, sifat dan nilai dari suatu produk tidak ditentukan oleh pihak produsen melainkan tergantung dari citra atau persepsi dari konsumen.

Terdapat empat konsep sentral yang berkaitan dengan produk ini “ product design” (desain produk), “packaging” (kemasan), “branding” (merek) dan “positioning”. Tiga konsep yang pertama berkaitan dengan karakteristik penyajian dan identitas dari produk. “product design” dan “packaging” memegang peranan penting, karena seringkali konsumen tertarik pada suatu produk merek tertentu bukan semata karena kegunaannya atau manfaatnya tetapi karena “citra” atau “simbolisasi”  dari penyajiannya yang sesuai dengan “life style”, selera dan preferensi mereka.

b. Price              

“Price” (harga), merupakan isyarat komunikasi pemasaran yang juga penting. Penentuannya tidak semata didasarkan pada perhitungan ekonomis (laba-rugi), tetapi juga perlu memperhatikan faktor-faktor sosio-psikologis dan budaya dari segmen pasar sasaran. Suatu produk yang dijual murah tidak akan memberikan jaminan bahwa produk tersebut akan laku di pasaran. Bahkan kemungkinan akan diperoleh citra negatif.

c. Place          

Suatu kegiatan promosi yang bersifat nasional perlu ditunjang dengan pola distribusi yang jangkauannya juga bersifat nasional, sehingga para konsumen dapat memperolehnya dengan mudah. Dari sudut konsumen faktor-faktor pertimbangan yang dijadikan dasar dalam memilih suatu tempat pembelian antara lain meliputi kedekatan (jarak fisik) dari tempat tinggal atau tempat bekerja, kemudahan mencapai tempat tersebut, keamanan, kenyamanan, keindahan, serta persepsinya tentang status dari lokasi tempat penjualan.

d. Promosi         

Promosi meliputi penggunaan berbagai saluran komunikasi. Menurut Nickels (1984 : 19) bauran komunikasi (promotion mix) yang lengkap meliputi tujuh saluran : periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan, referensi dari mulut ke mulut, pemasaran langsung, publikasi, dan public relation (hubungan masyarakat).

e. Power               

 Konsep power yang dimaksudkan dalam variable pemasaran adalah “who atau siapa” penyandangnya, siapa yang ada di belakangnya, atau siapa yang punya peran dalam keseluruhan produktivitas yang mempunyai kekuatan. Power atau orang yang mempunyai kekuatan dalam terciptanya produk, seringkali terlihat sebagai sosok atau figure company yang hebat dan punya kekuatan dalam menciptakan pasar, sehingga dapat meniti kesuksesan pemasaran produk.

C. LPI Luqman Al Hakim           

LPI Luqman Al Hakim (LPI-LH) adalah sebuah institusi yang berada dibawah naungan Pesantren Hidayatullah Surabaya yang membawahi beberapa program pendidikan mulai Play Group, Taman Kanak Kanak, Sekolah Dasar, SMP/SMU dan Perguruan Tinggi. Dalam proses pendidikan LPI LH menerapkan konsep integral. Integral berarti menyeluruh, sekolah integral berarti sekolah yang pengelolaan komponen pendidikannya secara menyeluruh. Komponen pendidikan tersebut meliputi institusi pendidikan, materi pembelajaran berupa transfer ilmu dan uswah, pendekatan dan motodologi pengajaran, murid serta lingkungan sekolah.

Institusi pendidikan terdiri dari keluarga sekolah dan masyarakat. Materi pembelajaran berupa ilmu yang dipandang secara komprehensif, merupakan kesatuan yang utuh sehingga tidak ada pemisahan ilmu agama (ulumuddin)  dengan ilmu umum (science), dunia dan akhirat. Pendekatan dan metodologi pengajaran merupakan proses transfer ilmu serta metodologi pengembangan ilmu tersebut yang dilandasi oleh uswah (tauladan yang baik), sehingga bukan hanya sekedar transfer ilmu dan kerangka berfikir tetapi juga transfer nilai.  Peserta didik sebagai pembelajar dipandang secara utuh dan menyeluruh dari seluruh instrumentasi yang dimiliki manusia, sehingga aspek  intelektual, spiritual dan keterampilan  dikembangangkan secara terpadu. Pola perndidikan inilah yang diharapkan mampu mengembangkan kemampuan dari seluruh potensi manusia secara maksimal.

Makna Integral

Setiap manusia mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang khas. Setiap fase perkembangan ditandai dengan gejala fisik dan kejiwaan yang spesifik.  Orang tua yang arif dan pendidik yang bijaksana tentu dapat memahami dan  membantu  tugas  perkembangan ini.

Dari kenyataan yang ada tidak banyak orang tua dan pendidik yang bisa membantu tugas perkembangannya. Justru mereka ini berkembang tanpa arahan dan pembinaan. Akhirnya, lingkungan yang telah terkontaminasi dengan berbagai polusi budaya yang rusak inilah yang membentuk kepribadian mereka. Tidak aneh jika banyak dari mereka terjebak dalam tindakan asosial atau amoral.

Setiap orang tua tentu mengkhawatirkan anak-anaknya menjadi bagian dari mereka. Sebaliknya orang tua sangat mengharapkan putra-putrinya tumbuh berkembang menjadi generasi masa depan yang memiliki bekal iman dan taqwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itulah pesantren Hidayatullah Surabaya hadir menawarkan sekolah integral mulai dari PGTK, SD, SMP Putri dengan sistem Fullday School, sedangkan SMP/SMU dan STAI Luqman al-Hakim dengan sistem boarding school.

Proses pendidikan bukan persoalan yang sederhana, karena menyangkut persoalan yang secara langsung bersentuhan dengan sifat, bakat, karakter manusia. Proses pendidikan akan bersentuhan dengan ambisi, emosi, perasasaan, dan kemampuan berfikir (intelegensi) manusia. Proses penddikan akan saling berpengaruh secara timbal balik dengan lingkungan. Proses pendidikan juga akan ditentukan oleh pertumbuhan dan perkembangan jiwa objek didik dan si pendidik. Sarana dan prasarana yang diperlukan dalam proses pendidikan juga merupakan hal yang penting untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Dari berbagai macam ragam persoalan dalam proses pendidikan, Allah SWT mengingatkan pada hal pokok, dan utama, yaitu harus bertauhid, tidak mempersekutukan Allah dengan segala sesuatu apapun, karena ini adalah jaminan kemaslahatan hidup. Apabila tauhid tidak tertanam dalam proses pendidikan, maka apapun yang dilakukan, profesi apapun yang dikerjakan, kemampuan yang dimiliki, ilmu yang dikuasai, dan teknologi yang digunakan tidak akan mampu memaknai hidup atau dengan bahasa Al-Qur’an kehidupan itu menjadi malapetaka.

Begitu pentingnya proses penanaman tauhid dalam proses pendidikan, maka program utama dan yang pertama adalah bagaimana supaya tauhid itu tertanam dalam dada, sehingga menjadi landasan hidup. Dalam hal ini tidak berarti ilmu-ilmu dan teknologi lainnya tidak penting. Serta kita sadari sepenuhnya bahwa ilmu dan teknologi itu adalah alat yang dipakai untuk memperoleh pemenuhan kebutuhan hidup.

Hal ini pulalah yang mendorong Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya untuk mendirikan Lembaga Pendidikan Islam Luqman al-Hakim. Lembaga pendidikan yang disebut juga dengan Sekolah Integral (Pedoman PSB, tahun 2005).Program pendidikan Pesantren Hidayatullah Surabaya, dimulai pada tahun 1994. Pada saat itu didirikan KB-TK, SD, SMP, SMU dan PTI yang sekarang menjadi STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim). Sementara itu program fullday school SD Integral Luqman al Hakim dimulai  tahun 1996/1997, yang sebelumnya merupakan sekolah berasrama seperti  SLTP, SMU dan STAI Luqman al Hakim (Panduan PSB PPH : 2005).

D.  Penutup    

Berdasarkan tinjauan teori yang dijelaskan sebelumnya tentang strategi Komunikasi Pemasaran LPI Luqman Al Hakim, berikut akan dijelaskan secara umum tentang kombinasi antara teori dan kondisi riil LPI Luqman Al Hakim dengan segala komponen yang ada di dalamnya.

Pertama, konsep komunikasi pemasaran LPI-LH sebelum memasarkan programnya kepada masyarakat, terlebih dahulu membangun kesepahaman antara anggota pengurus yang ada secara internal, langkah berikutnya menyampaikan / memasarkannya kepada orang lain (di luar pengurus LPI) secara personal (tokoh, kenalan, sahabat, kerabat, dan teman dekat), kepada kelompok (institusi/lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta), kepada massa atau khalayak dengan cara mengadakam lomba-lomba atau kegiatan sejenis yang bersifat institusional maupun non institusional, melakukan kegiatan bakti sosial dengan menggandeng suatu perusahaan atau sponsor lainnya.

Kedua, sebagai LPI tentunya memiliki kredibilitas yang bisa menjadi daya tarik bagi konsumen atau masyarakat pemerhati pendidikan. Dalam hal ini LPI juga memperhatikan ethos sumber (faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas komunikator pada saat menyampaikan pesan kepada sasaran yang dituju). Ada beberapa komponen kredibilitas yang dipertahankan LPI yaitu ; pertama, keahlian, selama ini LPI telah menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa program pendidikan yang dikemas dalam bentuk sekolah Integral sudah berjalan secara profesional, meliputi sarana prasarana yang memadai dengan segala pirantinya, tenaga pengajar yang sesuai dengan bidang dan kompetensiya, dan kurikulum yang sudah teruji. Dengan kata lain bahwa proses penyelenggaraan pendidikan di lingkungan LPI LH tidak diragukann lagi. Kedua, dapat dipercaya, keberadaann LPI LH yang berada di wilayah bagian timur kota Surabaya sejak berdirinya sampai sekarang sudah mempunyai nama / cukup dikenal masyarakat sebagai sekolah yang bonafit atau dapat dipercaya. Begitu juga dengan sosiabilitas (kesan masyarakat), situasi sekolah, koorientasi (sebagai wadah kelompok masyarakat yang membutuhkan sekolah yang mereka butuhkan), karisma, dinamis, keamanan, keterbukaan dan sungguh-sungguh semuanya bisa diperoleh di LPI LH.

Ketiga, khalayak masyarakat (komunikan) yang menjadi segmentasi LPI adalah masyarakat yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : masyarakat umum yang memiliki anak berprestasi, masyarakat kelas menengah ke atas, dan beragama Islam.

Keempat, media / chanel yang dijadikan alat untuk menyampaikan / memasarkan LPI kepada masyarakat antara lain : iklan (radio, majalah, buletin, tabloid), promosi (ke sekolah-sekolah), PR (melakukan silaturrahim dengan para tokoh, baik tokoh agama – masyarakat – atau pakar pendidikan), publikasi (mengadakan lomba-lomba, expo, pameran dan kegiatan lain yang sejenis), referensi dari mulut ke mulut (word of mouth) baik yang dilakukan pengurus lembaga sendiri maupun wali murid yang ada di lingkungan LPI LH.

DAFTAR PUSTAKA

 – Yulianita, Neni, DR., Hand Out Komunikasi Pemasaran, Program Pasca Sarjana Universitas Dr. Soetomo Surabaya, 2005

– Sulaksana, Uyung, Integrated Marketing Communications, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, cet.1 2003

 – Panuju, Redi., Komunikasi Bisnis, Gramedia Pustaka Utama, jakarta, cet.2 2000

– Soekartawi, DR., Manajemen Pemasaran Dalam Bisnis Modern, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, cet. 1 1993

– Panduan Penerimaan Siswa Baru  Lembaga Pendidikan Islam Luqman Al Hakim, pesantren Hidayatullah Surabaya, 2005

——————————————————————————–

1 Komunikasi Pemasaran, DR. Neni Yulianita, 2005  hal.1

2 Ibid. hal. 2

3 Panduan PSB LPI Luqman Al Hakim, 2005

4 Ibid. hal. 3

5 Ibid., hal 4

Sumber: http://stail.ac.id

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju https://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Pos ini dipublikasikan di Strategi Lembaga dan Bisnis Pendidikan, Strategi Pemasaran, Tips Bisnis, Tips dan Trik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s