Tips Mempersiapkan Diri Menjelang Lulus Kuliah

Bagi mahasiswa tingkat akhir, saat-saat menjelang kelulusan dipenuhi dengan bayangan-bayangan karir yang indah, gedung kantor yang bertingkat, pakaian rapi yang bergaya dan trendi, dan akhirnya kemampuan untuk menopang diri sendiri secara finansial. Tapi perlu diingat, mendapat pekerjaan tidak gampang. Karena ribuan pelamar akan saling bersaing mencari pekerjaan. Oleh karena itu, jangan hanya sibuk mengejar nilai A saat skripsi. Anda juga perlu mempersiapkan diri berburu pekerjaan impian. Berikut ini tips bagaimana mempersiapkan diri menuju dunia kerja menjelang lulus kuliah:

1. Tegaskan Karir. Seringkali Anda memilih jurusan kuliah tanpa pertimbangan matang. Salahnya, Anda tidak punya gambaran spesifik mengenai karier yang akan enjoy dijalani. Menjelang lulus, Anda bingung mau bekerja sebagai apa dan di mana. Untuk mengatasi ini, maka anda perlu mencari informasi mengenai pilihan pekerjaan yang Anda incar –sesuai atau tidak sesuai dengan jurusan kuliah sekarang. Bisa dengan cara magang, bertanya pada senior, atau bergabung dalam LSM. Hal-hal tadi bisa membantu Anda mengenali passion Anda sehingga lebih mudah menentukan pekerjaan yang cocok.

2.Pilih Lokasi. Pilihan lokasi kantor berpengaruh terhadap kadar kenyamanan Anda bekerja. Membatasi daerah tujuan akan memudahkan Anda memilih perusahaan yang dilamar. Karena itu, penting untuk tahu di mana Anda akan ditempatkan nantinya.

3. Siap-Siap CV. CV adalah senjata utama ‘jual diri’ pada calon perusahaan. Jangan sampai Anda bingung atau panik membuat CV ketika ada lowongan kerja, lebih baik persiapkan sejak jauh-jauh hari. Sambil menunggu lulus, update CV Anda sedikit demi sedikit agar lebih menarik, baik tampilan maupun kata-kata. Nantinya, Anda bisa mempresentasikan isi CV yang bagus meski baru berstatus fresh graduate. Perlu diingat juga, jangan mengirimkan CV serupa setiap kali melamar pekerjaan. Sesuaikan dengan perusahaan dan relevansinya dengan posisi yang diincar.

4. Konsultasi. Masih bingung memutuskan jenis pekerjaan yang ingin dijalani? Jangan segan-segan bertanya pada sumber-sumber yang bisa dipercaya. Tidak hanya kerluarga atau teman, kampus pun bisa jadi tempat konsultasi. Bertanyalah pada dosen pembimbing atau mendatangi career center yang ada di kampus.

5. Bangun Jejaring. Jaringan pertemanan (networking) bisa menawarkan pekerjaan yang tidak diiklankan lewat media. Bisa jadi salah satunya adalah pekerjaan impian Anda. Jadi, meski Anda sudah merasa punya banyak kenalan atau teman, tidak ada salahnya terus menambah jejaring. Bukan cuma lewat pergaulan biasa, bisa juga dengan menghadiri acara-acara seminar atau gathering.

6. Hadiri Job Fair. Disamping mengirim lamaran langsung, hadiri juga acara-acara job fair yang sering diadakan di kampus. Apalagi jika perusahaan impian ambil bagian, bahkan membuka rekrutmen saat itu juga. Job fair tanpa kehadiran perusahaan incaran pun penting didatangi, Jadikan acara ini sebagai kesempatan melatih kemampuan dan kepercayaan diri berbicara langsung dengan pihak pemberi kerja. Dan, pastinya, menambah jejaring!

7. Cari Referensi. Pemberi referensi adalah orang-orang yang bisa memberi keterangan mengenai kemampuan dan kekuatan Anda pada calon perusahaan. Karena itu, pilihlah sumber referensi yang benar-benar mengenal kepribadian dan kemampuan Anda. Bisa dosen, pembimbing akademik, atau mantan atasan Anda. Jangan lupa selalu minta kesediaan mereka sebelum Anda mengajukannya kepada calon perusahaan.

8. Simulasi Wawancara. Ingin sukses interview. Persiapan adalah kuncinya! Berlatihlan meski belum ada panggilan kerja. Semakin sering dilakukan, Anda akan makin siap menghadapi wawancara sebenarnya nanti.

9. Kliping Prestasi. Kumpulkan tugas-tugas kuliah, hasil magang, kerja sukarela, atau penghargaan lainnya yang mnjadi kebanggaan Ada. Karya-karya ini bisa jadi modal meyakinkan perusahaan akan kemampuan Anda. Terutama kalau Anda belum punya pengalaman kerja. Sebagai nilai tambah (dan kalau Anda mengerti dunia maya) buatlah portofolio Anda dalam sebuah situs pribadi.

10. Identitas Online. Di jaman serba online, media sosial bisa dimanfaatkan perusahaan untuk menecek latar belakang calon karyawannya. Jadi, hati-hatilah mencantumkan data-data di situs-situs gaul tersebut. Misal, profil Facebook dibuat privat atau merombaknya supaya lebih profesional. Jangan sampai gara-gara hobi kasih komentar pedas pada status teman, perusahaan malah menolak lamaran Anda. Dan, jangan ragu googling diri sendiri di mesin pencarian. Antisipasi jika ada teman yang posting foto-foto Anda yang norak dan  tidak profesional, yang mungkin bisa menghancurkan kredibilitas Anda.

11. Paham Angka. Asal Anda tahu saja, ada perusahaan yang akan kehilangan minat jika fresh graduate sering meminta gaji yang jumlahnya tidak realistis atau tidak sesuai dengan pengalaman. Karena itu, jangan cuma meminta gaji berdasarkan saran teman atau senior. Cari tahu dulu berapa jumlah gaji yang pantas untuk posisi yang Anda lamar. Pahami juga kapan mesti mengajukan dan bernegosiasi masalah gaji ketika wawancara. Memahami etika mencari kerja menghindarkan Anda jadi pengangguran dalam waktu lama.

Sumber: http://tipsanda.com

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju https://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Pos ini dipublikasikan di Tips dan Trik dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s