Pengertian Reksadana Syariah

Reksadana d Inggris  dikenal denga sebutan unit trust yang berarti unit (saham) kepercayaan [1].dan Amerika  di kenal  dengan sebutan mutual  fund yang berarti dana bersama  dan di Jepang dikenal dangn sebutan investment  fund  yang berarti pengelolaan dana. Secara bahasa reksa dana tersusun dari dua konsep, yaitu  reksa yang berarti  jg atau pemeliharaan  dan konsep  dana yang berarti (himpunan)uang.Dengan demikian secara bahasa reksa dana berarti kumpulan uang yang dipelihara.[2]

Reksa dana merupakan dana bersama yang dioperasikan oleh suatu perusahaan investasi  yang mengumpulkan uang dari pemegang saham dan menginvestasikannya ke dalam saham ,obligasi,opsi,komoditas, atau sekuritas pasar uang . Reksa dana seperti  ini menawarkan keunggulan diversifikasi dan manajemen professional kepada investor  .Untuk jasa ini mereka biasanya membebankan suatu biaya manajemen , biasanya 1% atau kurang dari aktiva per tahun.[3]

Secara istilah ,menurut Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang pasar modal ,reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya  di investasikan dalam portofolio efek oleh manejer investasi .Dari  definisi di atas reksa dana dapat dipahami sebagai suatu wadah dimana masyarakat  dapat menginvestasikan dananya  dan oleh pengurusnya ,yaitu manejer  investasi  ,dana tersebut diinvestasikan ke portofolio  efek.Portofolio efek adalah kumpulan  (kombinasi)sekuritas,surat berharga  atau efek ,atau instrument yang dikelola.[4]

Dari definisi di atas ,paling tidak terdapat  tiga unsur penting dalam reksadana yaitu;

1)Adanyanya kumpulan  dana masyarakat  POOL OF FUNDS,

2)Investasi dalam bentuk bortofolio efek dan

3) manajer investasi sebagai pengelola dana

Bapepam

Dalam reksa dana uang yang terkumpul dari investor akan digunakan oleh manajer investasi untuk membeli surat-surat ber harga seperti saham, obligasi, sertifikat bank Indonesia  (SBI) dan efek lainnya atau di tabungkan dalam deposito. Keuntungan atau kerugian investasi dalam reksa dana dapat di lihat pada nilai aktiva bersih (NAB) yang juga digunakan sebagai dasar pembelian dan penjualan unit penyertaan. Mekanisme kerja reksa dana seperti dalam gambar di bawah ini.

Mengawasi

  

Unit Penyertaan

Swasta dan Pemerintah

Pasar modal

Pasar uang

Investor

Manajer investasi

Laporan

Doposito, SBI, Obligasi, Saham,dLL

Bank kustodian

Di samping reksa dana konvensional, telah hadir pula reksa dana syariah. Reksa dana syariah adalah reksa dana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip  syariah islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai pemilik harta (sahib al maal/raab al mal) dengan manajer investasi sebagai wakil sahibul al mal maupun antara manajer investasi sebagai wakil sahibul mal dengan penggunaan investasi.[5] Dengan demikian, reksa dana syariah adalah rekasa dana yang mengelola dan kebijakan investasinya mengacu kepada syariah islam. Reksa dana syariah tidak akan menginvestasikan dananya pada obligasi dari perusahaan yang mengelolanya atau produknya bertentangan dengan syariat islam misalnya; pabrik minuman beralkohol, industry perternakan babi, jasa keuangan yang melibatkan riba dalam operasionalnya dan bisnis yang mengandung maksiat.

Reksa dana syariah merupakan lembaga intermediasi yang membantu surplus unit melakukan penepatan dana untuk di investasikan. Salah satu tujuan dari reksa dana adalah memenuhi kebutuhan kelompok investor yang ingin memperoleh pendapatan investasi dari sumber dan cara yang bersih dan dapat di pertanggung jawabkan secara agama serta sejalan dengan prinsip-prinsip syariah.

Beberapa istilah yang sering muncul dalam reksa dana syariah antara lain’

1.      Portofolio efek

2.      Manajer investasi

3.      Emiten

4.      Efek

5.      Mudharabah / qirad

6.      Prospectus

7.      Bank custodian

B.KARATERISTIK REKSA DANA SYARIAH

1.Prinsip Dasar reksa dana Syariah

Jenis kegiatan usaha yang bertentengan dengan syariah,antara lain;

1.      Usaha perjudian dan permainan yang tergolong  judi atau perdagangan yang dilarang.

2.      Usaha lembaga keuangan konvensional(ribawi),termasuk perbankan dan asuransi konvesional .

3.      Usaha yang memproduksi,serta memperdagangkan makanan dan minuman yang haram.

4.      Usaha yang memproduksikan ,mendistibusikan dan menyediakan barang-barang ataupun jasa merusak moral dan bersifat mudharat.

Adapun jenis transaksi  yang dilarang antara lain;

1.      Najasi

2.      Bai’ al ma’dum

3.      Insider  trading

4.      Melakukan investasi pada perusahaan[6]

        Proses pengelolaan reksa dana syariah

Komite investasi
·         Fatwa Ulama
·         Persetujuan atas efek-efek yang sesuai dengan sariah

Oleh karena reksa dana syariah di landasi oleh prinsip syariah, secara sederhana proses pengelolaan investasi reksa dana syariah dapat di gambarkan sebagai berikut;

Dewan pengawas syariah

Kebijakan alokasi aset

Tim investasi

Porto folio

C. MANFAAT DAN RISIKO REKSA DANA

1. Manfaat Reksa dana

Secara umum keuntungan dalam melakukan investasi pada reksa dana antara lain:[7]

1.      Likuiditas

2.      Diversifikasi

3.      Manajemen Profesional

4.      Biaya yang rendah

5.      Pelayanaan bagi pemegang saham

6.      Transparansi Informasi

Penghasilan investasi yang dapat diterima oleh reksa dana syariah, antara lain;

1.      Dari saham dapat berupa:

–          Dividen

–          Rights

–          Capital gain

2.      Dari obligasi yang sesuai dengan syariah dapat berupa bagi hasil yang diterima secara periodic dari laba emiten.

3.      Dari surat berharga pasar uang yang sesuai dengan syariah.

4.      Dari deposito dapat berupa bagi hasil yang diterima dari bank syariah.

2.  Risiko Investasi Reksa Dana

1.      Risiko berkurangnya nilai unit pernyataan

2.      Risiko Likuidtas

3.      Risiko politik dan ekonomi

4.      Risiko pasar

5.      Risiko infalasi

6.      Risiko nilai tukar

7.      Risiko spesifik

 D. LEMBAGA-LEMBAGA FASILITATOR  REKSA DANA

1.      Bapepam-LK

2.      Pengelola Investasi (MAnajer Investasi)

3.      Bank Kustodian

4.      Notaries

5.      Konsultan hokum

6.      Akuntan public

7.      Agen penjual

E. KEBIJAKAN PENGELOLA REKSA DANA

           Pengelolaan reksa dana diatur secara ketat oleh Bapepam karena menyangkut dana masyarkat investor sehingga perlu perlindungan yang memadai.

        Pembatasan dan pelarangan reksa dana, antara lain:

1.  Menerima dan memberikan pinjaman secara langsung.

2. Membeli saham atau unit penyertaan reksa dana lainnya

3. Membeli efek luar negri.

4. Membeli efek yang diterbitkan oleh suatu emiten melebihi 5% dari jumlah modal yang disetor emiten.

5. Membeli efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan melibihi 10% dari nilai NAB reksa dana dalam saat pembelian, termasuk di dalamnya surat berharga yang dikeluarkan oleh bank, tetapi tidak termasuk Sertifikat Bank Indonesia Syariah.

 F. MEMILIHI JENIS REKSA DANA

Dalam memilih konsentrasi portofolio reksa dana yang dikelola oleh manajemen investasi, maka investor dapat memilihnya berdasarkan jenis reksa dana yang ditawarkan.  Konsentrasi fortopolio reksa dana, antara lain;

a)      Reksa dana pasar uang

b)      Reksa dana pendapatan tetap

c)      Reksa dana saham

d)      Reksa dana campuran

e)      Reksa dana indeks

f)       Reksa dana Terproteksi

Kesimpulan

Reksa dana menurut undang-undang No.8 tahun 1995 Dapat didirikan dalam dua bentuk yaitu reksa dana perseroan terbatas (PT) dan reksa dana Kontrak Investasi Kolektif (KIK ) sedangkan berdasarkan sifat operasionalnya, reksa dana dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu reksa dana tertutup ( cloused end investment fund) dan reksa dana terbuka ( opened end investment fund). Reksa dana yang berbentuk perseroan ( PT ) dapat bersifat tertutup dan terbuka, sedangkan yang berbentuk KIK hanya dapat bersifat terbuka. Aturan mengenai penerbitan instrument reksa dana syariah di atur dalam Lampiran Keputusan Ketua BApepam LK KEP 130/BL/2006 tentang penerbitan efek syariah, dan Lampiran KEP-131/BL/2006 tentang akad-akad yang digunakan dalam penerbitan efek syariah dan pasar modal.

Terdapat tiga kendala utama pengembangan reksa dana syariah yaitu; Pertama: Reksa dana syariah relatife kurang dikenal oleh masyarakat umum, Kedua:  Adanya system pasar  ganda yang menawarkan Reksa dana syariah dan Reksa dana konvensional yang menjadi tantangan tersendiri, Ketiga: PErtumbuhan Reksa dana syariah memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah sebagai regulator, investor, praktisi,  ulama, dan akademisi.


[1] . Jaka E Cahyono, Cara Jitu Memilih Untung dari Reksa Dana, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2000), hlm.16
[2] . Asri Sitompul, reksa dana Pengantar dan Pengenalan Umum, (Bandung: Citra Aditya Bakti,2000),hlm 2
[3] . john Downes dan Jordan Elliot Goodman, Kamus Istilah Keuangan dan Investasi, Edisi Ketiga (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, Jakarta,2001)
[4] . Lihat Undang-undang No.8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 23. Inggi H Ashien Investasi Syariah di Pasar Modal, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,2000) hlm 74
[5] . Fatwa Dewan Syariah Nasional No.20/DSN-MUI/IX/2000 Tentang pedoman pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah, Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional,(Jakarta: PT Intermasa 2003), Edisi kedua,hlm 121
[6] Fatwa DSN-MUI No.20/DSN-MUI/IX/2000
[7] Dahlan Siamat, Manajemen Lembaga Keuangan, (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,2004), Edisi Keempat, hlm 261
Sumber: fileperbankansyariah.blogspot.com

 

 

 

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju https://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Pos ini dipublikasikan di Hukum SBPM. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s