Potensi Pasar Modal Syariah Dalam Menyediakan Kebutuhan Modal Bagi Kalangan Industri

Oleh:  ABDUL FATAH [2] 

A. Latar belakang

Keberadaan pasar modal syariah merupakan fenomena yang menarik dalam industri pasar modal di tanah air. Seperti pendirian bank syariah, pasar modal syariah didirikan berdasarkan pada kenyataan bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Dan diantara juataan muslim muslim tersebut ada yang mempunyai kelebihan dana ( surplus unit) dan mereka susah menginvestasikannya, dan salah satu penyebabnya adalah mereka enggan investasi di pasar modal yang ada. Muslim kaya tersebut enggan berinvestasi di pasar modal konvensional karena pasar modal yang ada tersebut hanya merupakan tempat manipulasi pasar dan cenderung dipenuhi transaksi spekulatif. Kegiatan utama dari pasar modal yang ada umumnya hanya kegiatan dalam bentuk short selling, membeli saham di pagi hari untuk kemudian menjualnya di sore hari bila memungkinkan mendapat gain capital. Kegitan tersebut jauh sekali dari tujuan awal pendirian pasal modal yaitu sebagai perantara penyediaan modal bagi perusahaan penerbit efek yang kemudian digunakan untuk perluasan usaha.
Ekspansi atau perluasan usaha tersebut dapat menambah lapangan pekerjaan dan dalam jangka panjang dapat menggerakan perekonomian. Dan kemudian pasar modal syariah hadir untuk memenuhi fungsi utama dari pasar modal tersebut.

Kemudian yang menarik adalah bahwa banyak perusahaan besar dengan kapitalisasi pasar yang besar pula, seperti astra international dan indosat, masuk ke pasar modal syariah dan tercatat sebagai saham syariah di Jakarta Islamic index ( JII). JII dibentuk sebagai follow up dari berdirinya pasar modal syariah. JII menggambarkan pergerakan saham di pasar modal syariah. Semakin tinggi nilai indeks maka semakin semakin banyak saham yang diperjualbelikan yang berarti semakin besar kapitalisasi pasarnya. Lalu bila kita bandingkan JII dengan indeks lain, misalnya LQ-45, maka kita akan melihat nilai indeks yang terlalu jauh. Padahal, indeks LQ-45 merupakan gabungan dari 45 saham pilihan yang didasarkan pada likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar. Sedangkan JII hanya terdiri dari 30 saham yang dipilih berdasarkan aspek likuiditas dan kondisi keuangan perusahaan penerbit efek ( emiten).

selanjutnya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh JII dalam mengumpulkan dana dari investor dengan cara melakukan analisis terhadap pengaruh JII terhadap indeks harga saham gabungan ( IHSG). Dan ebagai pembanding, dicari juga berapa besar pengaruh indeks LQ-45 terhadap nilai IHSG. Sebagaimana kita ketahui, IHSG menggambarkan pergerakan di pasar modal secara keseluruhan. Angka indeks pada IHSG merupakan representasi dai pergerakan seluruh saham yang ada di Bursa Efek Indonesia ( IHSG). Semakin tinggi angka indeks menunjukan semakin sering transaksi saham dilakukan dan ini berarti semakin banyak dana yang masuk ke perusahaan ( emiten).

Hasil penelitian ini dalam menggambarkan apakah keputusan membentuk pasar modal syariah merupkan keputusan yang tepat dan meningkatkan dinamisasi di pasar modal, dan apakah merupakan keputusan yang tepat bagi suatu perusahaan untuk bergabung dalam indeks JII ini dalam rangka mengumpulkan modal untuk kegiatan usahanya.

B. Kerangka Teori

1. Pengertian

Pasar modal adalah pasar yang memperjual belikan berbagai instrument keuangan ( sekuritas) , baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri yang diterbitkan oleh perusahaan swasta. Pasar modal merup[akan bagian dari pasar keuangan (financial market), selain pasar uang ( money market) dan lembaga keuangan lain seperti leasing, factoring, dan kartu kredit.

Pasar modal syariah merupakan pasar modal yang menerapkan prinsip syariah dalam kegiatan transaksi ekonomi dan terlepas dari hal –hal yang dilarang syariah seperti riba, perjudian, spekulasi, dan lain-lain.

Modal adalah sumber pembelanjaan perusahaan yang berasal dari pemilik[4].

Saham adalah tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berbentuk selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas adalah merupakan pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut.

2. Pasar Modal Syariah

Pasar modal syariah diluncurkan pertama kali oleh Badan Pengelola Pasar Modal (BAPEPAM) pada tanggal 14-15 maret 2003, yang berbarengan dengan penandatanganan nota kesepahaman ( memorandum of understanding) dengan Dewan Syariah Nasional Majelis ulama Indonesia ( DSN-MUI). Menindak lanjuti MOU tersebut, PT. Bursa Efek Jakarta selaku pengelola pasar modal, bekerja sama dengan PT. Dana Reksa Investment Management membentuk Jakarta Islamic Index ( JII). JII dimaksudkan untuk digunakan sebagai benchmark ( tolak ukur) untuk mengukur kinerja suatu investasi pada saham yang berbasis syariah. Melalui JII ini, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk mengembangkan investasi dalam ekuitas secara syariah. Tercatat ada 30 jenis saham yang tercatat di JII, yang tiap enam bulan sekali ada yang masuk dan keluar.

3. Indeks Harga Saham

Indeks harga saham adalah suatu indicator yang menunjukan pergerakan harga saham. Indeks berfungsi sebagai indicator tren pasar, artinya pergerakan indeks menunjukan kondisi pasar pada saat pasar sedang aktif atau lesu.

Ada beberapa fungsi pasar modal, yaitu:

o Indicator tren pasar

o Indicator tingkat keuntungan

o Benchmark suatu portofolio

o Memfasilitasi pembentukan portofolio dengan strategi pasif

o Memfasilitasi berkembangnya produk derivative

Ada enam jenis indeks yang ada di bursa efek Indonesia ( Indonesian exchange), yaitu:

a. Indeks individual, yaitu indeks masing-masing saham yang tercatat di Bursa efek Indonesia

b. Indeks harga saham sektoral, yaitu indeks yang menggunakan semua saham yant termasuk dalam amsing- masing sector. Ada sembilan indeks sektoral di BEI, yaitu :

o pertanian

o pertambangan

o industri dasar

o aneka industri

o konsumsi

o property

o infrastruktur

o keuangan

o perdagangan, jasa , dan manufaktur

c. Indeks Harga Saham Gabungan ( composite stock price index, IHSG) adalah indeks yang menggunakan semua saham tercatat dalam di bursa. Ada sekitar 339 saham yang tercatat di BEI ( 336 saham biasa dan 3 saham preference). Jika dikatakan IHSG di BEI berada pada level 420, maka angka tersebut menunjukan pergerakan harga saham seluruhnya yang ada di BEI.

d. Indeks LQ-45, adalah indeks yang terdiri dari 45 saham pilihan dengan mengacu pada dua variable, yaitu likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar. Setiap enam bulan sekali, ada saham yang masuk dan keluar dari LQ-45

e. Jakarta Islamic index ( JII) atau syariah index, merupakan indeks yang terdiri dari 30 saham yang mengakomodasi syariah investasi dalam islam, yaitu indeks yang berdasarkan syariah islam. Dengan kata lain, dalam index ini hanya dimasukan saham – saham yang memenuhi criteria investasi dalam islam. Saham-saham yang masuk JII adalah saham yang dikeluarkan emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah, seperti:

o Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi, atau perdagangan yang dilarang.

o Usaha lembaga keuangan konvensional( ribawi) termasuk bank dan asuransi konvensional.

o Usaha yang memproduksi, mendistribusikan, dan menyediakan barang atau jasa yang dapat merusak moral dan bersifat mudharat.

o Usaha yang memproduksi, mendistribusi, dan menyediakan makanan dan minuman haram.

f. Indeks papan utama ( main board index) dan papan pengembangan ( development index ) yaitu index harga saham yang secara khusus didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEI yaitu kelompok p[apan utama dan papan pengembangan.

Cara menghitung indeks harga saham

Metode yang lazim digunakan dalam menghitung indeks harga saham, termasuk di BEI, adalah metode rata- rata tertimbang ( market value weighted average index).

Rumus dasar metode rata- rata tertimbang adalah :

Indeks = Nilai pasar x 100

Nilai dasar

o Nilai pasar ( market value) adalah kumulatif jumlah hari ini dikalikan harga pasar hari ini atau disebut kapitalisasi pasal ( market capitalization)

o Nilai dasar adalah nilai yang dihitung berdasarkan harga perdana dari masing- masing saham atau berdasarkan harga yang telah dikoreksi jika perusahaan melakukan kegiatan yang menyebabkan jumlah saham tercatat di bursa berubah.

4. Analisis Regresi

Model analisis regresi adalah bentuk hubungan fungsional ( kausalistik antara variable –variabel. Analisis model ini menginformasikan bahwa satu point nilai pada variable independent secara fungsional mempengaruhi keberadaan nilai yang ada pada variable dependen. Analisis model ini digunakan pada data interval atau rasio[5].

a. Regresi linier berganda

Yaitu analisis yang bertujuan untuk menghitung besarnya pengaruh dua atau lebih variable bebas ( independent variable) terhadap satu variable terikat ( dependent variable) dan memprediksi variable terikat yang menggunakan dua atau lebih variable bebas.

b. Perumusan Masalah

Penelitian ini akan menjawab hal- hal berikut ini :

    • Apakah ada hubungan antara JII dan LQ-45 dengan IHSG
    • Apakah nilai JII dan nilai indeks LQ-45 mempengeruhi IHSG
    • Berapa besar pengaruh nilai JII dan nilai indeks LQ-45 terhadap nilai IHSG

dan level signifikansi yang digunakan adalah 95% (0.05), artinya standar signifikansi tersebut mengisyaratkan tingkat konfidensi ( kepercayaan0 terhadap kesimpulan adalah 95 % sedangkan 5% lagi merupakan batas kesalahan yang ditoleransi[6]

5. Review Studi Terdahulu.

Tema tentang pasar modal syariah pernah diangkat dalam sebuah skripsi dengan judul:”Prospek Penerapan Ekonomi Islam di JII” yang ditulis oleh Ahmad Fadli pada tahun 2004. namun ada beberapa catatan untuk skripsi tersebut, yaitu:

a. Judul skripsi tersebut mencerminkan kurangnya pemahaman dari penulisnya tentang masalah yang diangkat. Judul skripsi tersebut menyebutkan ”prospek penerapan ekonomi islam di JII, sedangkan seperti kita ketahui, bahwa JII sudah merupakan implementasi dari nilai-nilai syariah di pasar modal.

b. Pada bagian kesimpulan ditulis bahwa syirkah inan dan syirkah milk merupakat format yang bisa diterapkan di pasar modal syariah, sedangkan hal tersebut memang sudah diterapkan dalam saham syariah yang tergabung dalam JII. dan menyimpulkan hal tersebut sebagai prosfek merupakan sesuatu yang keliru karena hal tersebut sudah diterapkan.

c. Skripsi tersebut juga tidak banyak membahas tentang transaksi- transaksi riil yang terjadi di pasar modal, dan hal inilah yang akan banyak diungkapkan dalam penelitian ini.

C. Metode dan proses penelitian

Studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan menggunakan data rasio. Dan metode kuantitatif yang digunakan adalah menggunakan model analisis multivariate, yaitu model analisis yang berupaya memberikan gambaran yang lebih rinci dengan menghadirkan secara simultan beberapa variabel sekaligus.

Sedangkan jenis datanya adalah data sekunder, yaitu data yang sudah disediakan oleh lembaga atau individu tertentu (minimal 50 % nya). Dan data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Bursa Efek Indonesia melalui interface berupa jaringan internet di alamat : www.idx.co.id

Data yang digunakan merupakan data yang siap pakai dan disajikan dalam bentuk tabel yang mudah dipahami, namun tidak menjelaskan bagaimana angka-angka yang terdapat dalam tabel diperoleh.

D. Penyajian dan Analisis data

Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Regresi Berganda, ada pun data yang digunakan sebagai berikut ( data diperoleh dari http://www.idx.co.id)

IHSG

JII

LQ-45

2731,507

491,8860

596,5540

2715,065

491,9130

591,3530

2765,190

503,0550

602,3550

2776,410

506,0540

602,5290

2785,625

505,7410

604,4010

2830,263

513,5970

615,9960

2810,372

510,9810

610,3480

2730,031

495,6200

591,1120

2592,311

467,9790

557,4150

2649,279

478,8360

568,9330

2611,132

470,7120

560,4350

2485,879

446,6230

528,4260

2294,524

415,2160

482,7390

2476,278

447,3920

528,7630

2516,701

451,8950

537,3730

2620,493

472,9040

562,8290

2582,049

467,7470

553,5850

2607,843

470,2730

559,5190

2610,359

472,3660

559,5070

2627,251

476,9690

564,3180

Analisis dilakukan setidaknya untuk menjawab tidak permasalahan, yaitu :

    • Apakah ada hubungan antara JII dan indeks LQ-45 dengan IHSG
    • Apakah JII dan indeks LQ-45 mempengaruhi IHSG
    • Berapa besar pengaruh JII dan indeks LQ-45 terhadap IHSG

1. Untuk menjawab permasalahan pertama : apakah ada hubungan antara JII dan indeks LQ-45 dengan IHSG di gunakan korelasi pearson product moment, dengan aturan (1) [7] :

o Angka koefisien korelasi berkisar antara -1 sampai 1

o Jika angka mendekati 1 maka hubungan variabel semakin kuat

o Jika angka mendekati -1 maka hubungan antara variabel semakin lemah

o Jika angka koefisien 0 maka tidak terdapat hubungan

o Angka positif menunjukan hubungan searah dan angka negatif menunjukan hubungan tidak searah.

Aturan (2) :

Probabilitas

Probabilitas < 0,05 : hubungan dua variabel signifikan

Probabilitas >0,05 : hubungan dua variabel tidak signifikan

Hasil penelitian :

o Angka R pada tabel ( tabel model summary) adalah 0,999, dan ini menunjukan hubungan yang kuat ( karena mendekati 1) dan searah (angka positif). Artinya bila nilai JII dan indeks LQ-45 naik, maka IHSG naik pula.

Model Summary(b)

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

,999(a)

,998

,998

5,5093563

1,277

a Predictors: (Constant), LQ45, JII

b Dependent Variable: IHSG

o Hubungan antara JII dan indeks LQ-45 terhadap IHSG adalah signifikan, karena angka probabilitas ( sig) pada tabel correlation adalah 0,000 < 005 , dan ini menunjukan hubungan yang signifikan

Correlations

IHSG

JII

LQ45

Pearson Correlation IHSG

1,000

,998

,999

JII

,998

1,000

,996

LQ45

,999

,996

1,000

Sig. (1-tailed) IHSG

.

,000

,000

JII

,000

.

,000

LQ45

,000

,000

.

N IHSG

20

20

20

JII

20

20

20

LQ45

20

20

20

2. Untuk menjawab permasalahan kedua : apakah JII dan indeks LQ-45

mempengaruhi IHSG

o R square ( koefisien determinan) pada tabel model summary adalah 0,998 artinya variabel Y ( IHSG) dapat dijelaskan oleh X1( JII) danX( indeks LQ-45) sebesar 99,8 % sisanya 0,02 % oleh faktor lain. Diluar regresi tersebut.

3. Untuk menjawab permasalahan ketiga: berapa besar pengaruh JII dan indeks LQ-45 terhadap IHSG

Coefficients(a)

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1 (Constant)

278,607

36,645

7,603

,000

JII

2,221

,570

,422

3,894

,001

LQ45

2,287

,428

,578

5,338

,000

a Dependent Variable: IHSG

Dari tabel coefficient ditemukan persalamaan regresi yaitu :

Y= bo + bx+ bx2

Y ( IHSG) = 278,607 + 2,221 JII + 2,287 LQ-45

Artinya :

o Bila tidak ada JII dan indeks LQ-45 atau dua variabel tersebut sama dengan nol, maka IHSG akan bernilai 278, 607 poin.

o Koefisien regresi 2,221 ( JII) menunjukan bahwa setiap kenaikan satu kali pada JII akan mengakibatkan peningkatan pada IHSG sebesar 2,221 poin.

o Koefisien regresi 2,287 ( LQ-45) menunjukan bahwa setiap kenaikan satu kali pada indeks LQ-45 akan mengakibatkan peningkatan pada IHSG sebesar 2,287 poin.

4. Menguji apakah model regresi sudah benar atau layak atau belum, maka perlu diuji hubungan linearitas antara variabel X1 dan Xdengan Y.

ANOVA(b)

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1 Regression

336416,358

2

168208,179

5541,730

,000(a)

Residual

516,001

17

30,353

Total

336932,359

19

a Predictors: (Constant), LQ45, JII

b Dependent Variable: IHSG

Hipotesis :

H0 : tidak terdapat hubungan linier antara Xdan X 2

H1 : tidak terdapat hubungan linier antara Xdan X 2

Probabilitas:

Jika Probabilitas > 0,05 maka Hditerima

Jika Probabilitas < 0,05 maka Hditolak

Nilai probabilitas( sig) pada tabel ANOVA adalah 0,000.

0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Hditerima, artinya model regresi sudak layak.

5. Uji t untuk menguji signifikansi konstanta dan variabel independen

hipotesis :

H0 : koefisien regresi tidak signifikan

H1 : koefisien regresi signifikan

Probabilitas:

Jika Probabilitas > 0,05 maka Hditerima

Jika Probabilitas < 0,05 maka Hditolak

Nilai probabilitas ( sig) pada tabel coeficients probabilitas(sig) konstanta adalah 0,000 dan itu berarti probabilitas < 0,05. jadi Hditolak artinya koefisien regresi signifikan.

df = n-2 = 20-2 = 18, taraf signifikansi = 0,05

t -tabel = 1,7341 ( tabel nilai t)

t -hitung JII = 3,894 ( tabel coefficients)

t -hitung LQ-45 = 5,338( tabel coefficients)

Artinya t-hitung JII dan LQ-45 lebih besar dari t -tabel , jadi pengaruh JII dan indeks LQ-45 terhadap IHSG adalah signifikan.

E. Penutup

Kesimpulan

  1. Dari analisis regresi diatas, didapat persamaan :

Y ( IHSG) = 278,607 + 2,221 JII + 2,287 LQ-45

Menunjukan bahwa setiap kenaikan satu poin di JII akan meningkatkanIHSG sebesar 2,221 poin.

Ingat rumus indeks, yaitu :

nilai pasar (NP) x 100-100* = 2,221

nilai dasar ( ND)

*pengurangan dengan 100 dilakukan karena pada saat pasar perdana nilai indeks suatu saham adalah 100.

Asumsi :

Nilai nominal rata-rata saham pada pasar perdana = 10

jumlah saham di BEI adalah 100.000.000 lembar

Nilai dasar adalah hasil kali dari harga saham pada pasar perdana dengan jumlah seluruh saham.

NP x 100 = 2,221 + 100

1 M

100 NP = 102,221 x 1 Milyar

NP = 1.022.210.000

Dari ilustrasi penghitungan diatas, terlihat bahwa kenaikan 1 poin di Jakarta Islamic Index (JII) akan meningkatkan nilai pasar ( hasil kapitalisasi pasar) di Bursa efek Indonesia sebesar RP.1.022.210.000 ( pada hari transaksi tersebut). Dan hal ini berarti ada dana sejumlah tersebut yang siap digunakan untuk modal usaha dan efeknya akan menambah lapangan kerja. Jadi bila pasar modal dikelola dengan baik maka pertumbuhan ekonomi akan tinggi.

  1. Bila dibandingkan indeks LQ-45, pengaruh JII terhadap IHSG memang lebih kecil, yaitu perubahan 1 poin pada indeks LQ-45 akan menyebabkan perubahan sebesar 2,287 poin di IHSG sedangkan JII hanya menyebabkan perubahan sebesar 2,211. tetapi mengingat umur JII yang baru lima tahun berdiri dan hanya terdiri dari 30 saham ( LQ-45 terdiri dari 45 saham), maka pencapaian JII itu merupakan sesuatu yang menakjubkan. Selanjutnya tingggal bagimana emiten yang tergabung dalam JII tersebut mengelola dana tersebut.

Rekomendasi

Tingginya nilai indeks JII menunjukan saham syariah disukai investor, jadi alangkah baiknya kalau JII terdiri dari lebih banyak emiten, sehingga lebih banyak modal jangka panjang yang dapat dikumpulkan oleh emiten (perusahaan) dan emiten tersebut dapat melakukan ekspansi dan dapat membuka lapangan kerja baru.

DAFTAR PUSTAKA

Darmadji, Tjiptono.Hendy M Fakhrudin. Pasar Modal di Indonesia : Pendekatan Tanya Jawab.2006. Jakarta:Salemba Empat

Nasarudin, M.Irsan. Indra Surya. Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia. 2004.Jakarta: Prenada Media

Rochaety, Ety.dkk,,Metodologi Penelitian Business.Jakarta: Mitra Wacana Media. 2007.

Soemarso SR, akuntansi suatu pengantar. 1999. Jakarta : PT. Rineka Cipta

http://www.idx.co.id


[1] Makalah ini pernah diajukan sebagai tugas pada mata kuliah metodologi penelitian di Program Studi Muamalat Konsentrasi Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Hukum UIN syarif Hidayatullah Jakarta, 2008

[2] Penulis adalah mahasiswa Program Studi muamalat Konsentrasi Perbankan Syariah Semester VII di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

[3] M .Irsan Nasarudin dan Indra Surya, Aspek Hukum Pasar ModalIndonesia ,2004,Jakarta: Prenada Media

[4] Soemarso SR, akuntansi suatu pengantar, Jakarta : PT. Rineka Cipta,1999,hal. 37

[5] Noryamin aini, makalah: beberapa catatan untuk merancang anailis statistik, 2004.makalah disampaikan pada program pelatihan penelitian dosen di Universitas At-Tahiriyah Jakarta

[6] ibid., Hal. 5

[7] Ety Rochaety.dkk,,Metodologi Penelitian Business, Jakarta: Mitra Wacana Media,

2007.

Sumber: abdulfatah.wordpress.com

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju https://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Pos ini dipublikasikan di Hukum SBSN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s