Contoh Perjanjian Sewa Menyewa

SEWA MENYEWA

ANTARA

………………………….

DENGAN

PT ANGIN RIBUT

NO :  …../PKS/STL/P/…../______

Pada hari ini ……………… tanggal ………………………………….. bulan ……………… tahun Dua Ribu Satu (00 – 00 – 0000), bertempat di Jakarta, oleh dan antara:

 

 

……………………………………… beralamat di Jalan ……………………………….…………… didirikan berdasarkan Akta Notaris …………….…………. di …………………. No …………. Tanggal ………………  dan dalam hal ini diwakili oleh ………………………………… selaku …………………………. bertindak untuk dan atas nama ………………………………………………………………………, selanjutnya disebut “PIHAK PERTAMA”.

dan

 

PT Angin Ribut beralamat di Jalan ___________________________, didirikan berdasarkan Akta Notaris Henry Oke, S.H. di Jakarta No. 128 tanggal 29 Januari 1993 dan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Laut Biru, S.H., LL.M. No. 32 tanggal 17 Juli 2001 di Jakarta, dalam hal ini diwakili oleh Marcello Zalianty selaku Vice President P&OM dan Lilis Karlina selaku Manager Site Acquisition, keduanya secara bersama-sama bertindak untuk dan atas nama PT Angin Ribut, berdasarkan Surat Kuasa No. 103/PTAR/PoA/5510/VIII/2002 tanggal ______________, selanjutnya disebut “PIHAK KEDUA”.

 

 

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama (selanjutnya disebut PARA PIHAK) menerangkan dan menyatakan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:

 

  1. Bahwa PIHAK PERTAMA memiliki dan menguasai tanah dan bangunan yang berlokasi di Jalan …………………………………………………. Kelurahan ……………….. Kecamatan ………………….. Kotamadya ……………………. sesuai dengan Sertipikat Hak Milik/Hak Guna Bangunan No: ………………… Atas nama : ………………………… Gambar Situasi No: ………………. tanggal …………….. dan IMB No: ……………… tanggal ………………….., setempat dikenal dengan …………………………….. (selanjutnya disebut “…….…………………”).

 

  1. Bahwa dalam rangka pengembangan pelayanan telekomunikasi GSM, PIHAK KEDUA memerlukan Bangunan dan/atau Ruangan untuk penempatan peralatan telekomunikasinya dan bermaksud menyewa sebagian Bangunan dan/atau Ruangan milik PIHAK PERTAMA sebagai tempat untuk penempatan Perangkat Radio Selular GSM dan Antena-Antena.

 

  1. Bahwa PIHAK PERTAMA pada prinsipnya menyetujui maksud dan tujuan PIHAK KEDUA untuk menyewa sebagian Bangunan dan/atau Ruangan milik PIHAK PERTAMA tersebut.

 

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan dan menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa ini (“Perjanjian”) untuk penempatan Perangkat Radio Selular GSM dan Antena-Antena milik PIHAK PERTAMA dengan itikad baik yang saling menguntungkan dan saling menghormati dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut:

 

 

Pasal 1

OBYEK PERSEWAAN

 

1.1.    PIHAK PERTAMA menyewakan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menyewa dari PIHAK PERTAMA sebagian tempat di lantai ………………..…………… seluas + ….. m2 (…………………… meter persegi) yang digunakan untuk penempatan perangkat radio selular GSM, areal pada setiap lantai didalam …………………………… yang digunakan untuk penempatan Antenna Indoor dan atap ………………………………… untuk penempatan 3 (dua) unit Antenna Microwave, sesuai dengan gambar dan denah yang disetujui oleh PARA PIHAK dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Perjanjian ini (selanjutnya disebut dengan“Areal Sewa”).

 

1.2.    Areal Sewa dimaksud pasal 1.1 digunakan oleh PIHAK KEDUA untuk menempatkan perangkat telekomunikasi radio selular milik PIHAK KEDUA yang digunakan sebagai stasiun penerima dan pemancar selular yang antara lain terdiri : perangkat radio, menara, antena GSM, antena microwave, bangunan semi permanen, air conditioned dan segala kelengkapan lainnya yang mendukung pengoperasian peralatan tersebut,  (selanjutnya disebut “Peralatan GSM”).

 

1.3.  Kelengkapan/fasilitas yang dapat dipakai oleh PIHAK KEDUA untuk tujuan yang berhubungan dengan pemakaian Areal Sewa adalah sebagai berikut :

 

  1. Pintu masuk, tangga, lift dan jalan yang menuju Areal Sewa.

 

  1. Suatu team keamanan tersedia selama 24 (dua puluh empat) jam untuk menjaga keamanan umum Areal Sewa.

 

  1. Daya listrik sebesar 13,2 KVA dan menggunakan KWH meter secara terpisah. Pengurusan, pemisahan KWH meter tersebut, termasuk biaya-biaya pengurusan, biaya beban rekening listrik dan biaya-biaya lain apabila ada akan menjadi tanggungan PIHAK KEDUA.

 

  1. Tempat Parkir Kendaraan sesuai dengan tarif yang berlaku.

 

1.4.  Pekerjaan pembagian tata ruang (lay out) dan dekorasi pada Areal Sewa dilakukan oleh PIHAK KEDUA dan atas biaya PIHAK KEDUA sendiri. pekerjaan pembagian tata ruang tersebut dimulai setelah ada persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA, berdasarkan rencana (desain) yang diinginkan oleh PIHAK KEDUA.

 

1.5. Dengan ditandatanganinya Perjanjian ini, PIHAK PERTAMA mengetahui, menyetujui dan mengijinkan PIHAK KEDUA untuk dan atas biaya PIHAK KEDUA bekerja antara lain memasuki Areal Sewa, mengadakan, membangun, mengoperasikan dan memelihara Peralatan GSM yang terdiri dari fasilitas antena-antena dan penangkal petir, penarikan kabel feeder dari antena-antena ke ruang radio, pemasangan instalasi listrik dan air conditioning, sub panel dan meteran, catu daya tambahan, dan fasilitas pendukung lainnya termasuk fasilitas tambahan (“Fasilitas Tambahan“) sesuai kebutuhan operasional PIHAK KEDUA di kemudian hari.

 

 

Pasal 2

MASA SEWA

 

2.1.    PIHAK PERTAMA bersedia menyewakan Areal Sewa yang dimaksud dalam pasal 1 Perjanjian ini kepada PIHAK KEDUA untuk Jangka Waktu 5 (lima) mulai tanggal ………………… sampai dengan tanggal …………………, (selanjutnya disebut “Masa Sewa”).

 

2.2.  Perjanjian ini dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam  Pasal 10. 4 dari Perjanjian ini.

2.3.  Dalam hal Masa Sewa telah terlampaui dan PARA PIHAK sepakat untuk memperpanjang Masa Sewa tetapi perpanjangan dimaksud belum ditandatangani oleh PARA PIHAK, maka PARA PIHAK sepakat untuk tetap tunduk dan terikat pada Perjanjian ini sampai dengan ditandatangani perpanjangan dimaksud.

 

Pasal 3

HARGA SEWA

 

3.1.    Harga Sewa yang dimaksud dalam Perjanjian ini adalah sebesar Rp ………………….. (……………………………………..) per tahun sehingga total Harga Sewa selama …….. (………..) tahun adalah sebesar Rp. ……………………………,- (…………………………  rupiah),  (selanjutnya disebut “Harga Sewa”).

 

3.2.  Apabila PARA PIHAK bermaksud untuk memperpanjang Masa Sewa maka Harga Sewa tersebut akan ditinjau kembali berdasarkan kesepakatan bersama selambat-lambatnya satu bulan sebelum berakhirnya Perjanjian ini.

 

 

 

 

 

Pasal 4

CARA PEMBAYARAN

4.1.    Harga Sewa dimaksud dalam Pasal 3.1. Perjanjian ini akan dibayar dimuka oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA untuk …. (……………..) tahun segera setelah penanda tanganan Perjanjian ini.

 

4.2.    Pembayaran Harga Sewa dimaksud di atas akan dilakukan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah PIHAK KEDUA menerima secara lengkap dan benar dari PIHAK PERTAMA tagihan (invoice) dengan melampirkan kuitansi dan/atau faktur pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

 

4.3.    Tata cara Pembayaran Harga Sewa yang dimaksud dalam Perjanjian ini akan dilakukan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dengan cara transfer ke rekening PIHAK PERTAMA yaitu Bank …………………………….. Cabang …………………………….. No. Acc. …………………………….. untuk dan atas nama …………………………….. atau nomor rekening lain yang ditentukan oleh PIHAK PERTAMA secara tertulis dengan biaya transfer dan provisi menjadi beban PIHAK KEDUA.

Pasal 5

KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB PIHAK KEDUA

 

5.1.        PIHAK KEDUA wajib membayar kepada PIHAK PERTAMA Harga Sewa pada waktunya sebagaimana dimaksud dalam pada Pasal 4.1. Perjanjian ini.

 

5.2.        PIHAK PERTAMA akan membayar biaya pemakaian listrik perbulan dan akan dilakukan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah PIHAK KEDUA menerima secara lengkap dan benar dari PIHAK PERTAMA tagihan (invoice) dengan melampirkan kuitansi dan/atau faktur pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

 

5.3.        PIHAK KEDUA tidak akan mempergunakan Areal Sewa atau bagian daripadanya untuk keperluan atau kepentingan lain selain untuk keperluan/kepentingan PIHAK KEDUA.

 

5.4.        PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari tuntutan dan ganti rugi atas kehilangan atau kerugian barang-barang milik PIHAK KEDUA yang disebabkan oleh pencurian, kebakaran atau sebab lain, kecuali apabila pencurian, kebakaran atau sebab lain itu dapat dibuktikan sebagai akibat dari kesalahan dan/atau kelalaian PIHAK PERTAMA.

 

5.5.        PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memasang atau meletakkan atau memperagakan papan iklan, papan dekorasi, lampu iklan atau setiap macam iklan pada Gedung………………….. kecuali dengan izin tertulis terlebih dahulu dari PIHAK PERTAMA

 

5.6.        PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerusakan yang timbul baik pada saat pemasangan maupun pada saat pengoperasian sepanjang hal itu terbukti karena kesalahan PIHAK KEDUA.

 

5.7.        PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari tuntutan dan ganti rugi dari pihak lain bilamana dikemudian hari ternyata keberadaan peralatan PIHAK KEDUA mengganggu pihak lain.

Pasal 6

KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB PIHAK PERTAMA

 

6.1.  PIHAK PERTAMA maupun wakilnya wajib memberikan akses masuk ke Areal Sewa kepada PIHAK KEDUA maupun wakilnya selama 24 jam penuh selama 7 hari dalam seminggu.

 

6.2.  PIHAK PERTAMA wajib membayar pajak-pajak atau pungutan-punggutan dari pihak-pihak yang berwenang termasuk akan tetapi tidak terbatas pada Pajak Bumi dan Bangunan atas Areal Sewa.

 

6.3.  PIHAK PERTAMA setiap saat wajib memelihara dan merawat dengan baik saluran-saluran utama pembuangan air dan pipa-pipa dan semua dinding utama Areal Sewa serta semua fasilitas yang diserahkan untuk pemakaian oleh PIHAK KEDUA seperti dimaksud dalam Perjanjian ini.

 

6.4.  PIHAK PERTAMA wajib memberi pelayanan (services) secara teratur agar semua fasilitas yang digunakan oleh PIHAK KEDUA bekerja secara baik setiap saat;         PIHAK PERTAMA wajib segera memperbaiki kerusakan segala fasilitas Gedung …………………….. yang disebabkan oleh rendahnya mutu bahan-bahan, cacat pembuatan atau pekerjaan yang kurang baik, atau sebab-sebab lain yang dapat mengganggu produktivitas kerja dan membahayakan pegawai atau fasilitas-fasilitas PIHAK KEDUA.

 

6.5.  PIHAK PERTAMA wajib memelihara segala fasilitas yang dipakai bersama seperti pintu masuk, tangga, koridor, pintu-pintu penghubung, kamar kecil (toilet) agar tetap bersih dan dapat dipergunakan.

 

6.6.  PIHAK PERTAMA melalui karyawan, petugas, dan atau petugas keamanan berusaha sedapat mungkin mengambil tindakan-tindakan pencegahan untuk menjaga dan melindungi keamanan dan keselamatan peralatan maupun Fasilitas Tambahan milik PIHAK KEDUA di Gedung ………………………..

 

6.7.  PIHAK PERTAMA setuju dan bersedia untuk bertanggung jawab atas setiap kerusakan, kebakaran, hilangnya barang dan atau kerugian lainnya yang diderita oleh PIHAK KEDUA, apabila kerugian dimaksud disebabkan oleh kelalaian, kerusakan peralatan, rendahnya mutu Gedung ……………………………. dan atau peralatan dari dan disebabkan oleh PIHAK PERTAMA, dengan tidak membatasi pada karyawan, petugas dan atau petugas keamanan, konsultan atau pihak ketiga lainnya yang memanfaatkan atau berkepentingan dengan Gedung ……………………

 

6.8.  PIHAK PERTAMA membebaskan PIHAK KEDUA dari tuntutan dan ganti rugi atas kehilangan atau kerugian barang-barang milik PIHAK PERTAMA yang disebabkan oleh kebakaran atau sebab lain, kecuali kebakaran atau sebab lain itu dapat dibuktikan sebagai akibat dari kesalahan dan atau kelalaian PIHAK KEDUA.

Pasal 7

PAJAK PAJAK

 

7.1.  Pajak Bumi dan Bangunan atas Areal Sewa menjadi tanggungan PIHAK PERTAMA.

 

7.2.  Pajak Penghasilan (PPh) atas penerimaan Harga Sewa menjadi tanggungan PIHAK PERTAMA.

 

7.3      Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk Harga Sewa menjadi tanggungan PIHAK KEDUA.

 

7.4.   Pajak-pajak yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan menjadi kewajiban PIHAK PERTAMA, ditanggung oleh dan menjadi beban PIHAK PERTAMA, sedangkan yang menjadi kewajiban PIHAK KEDUA ditanggung oleh dan menjadi beban PIHAK KEDUA.

 

 

Pasal 8

JAMINAN-JAMINAN

 

8.1.  PIHAK PERTAMA menjamin PIHAK KEDUA bahwa hanya PIHAK PERTAMA yang berhak untuk menyewakan Areal Sewa dan tidak ada pihak lain yang berhak atau turut mempunyai hak dimaksud.

 

8.2.    PIHAK PERTAMA menjamin bahwa selama Masa Sewa berlangsung seperti dimaksud pasal 2 ayat 1 Perjanjian ini PIHAK KEDUA tidak akan mendapat tuntutan dan/atau gangguan dari pihak lain yang menyatakan mempunyai hak atas Gedung …………………….

 

8.3   Dalam hal PIHAK KEDUA mendapat tuntutan dan/atau gugatan dari pihak lain sehubungan dengan hak atas Gedung ………………………… dan/atau Areal Sewa, maka:

 

  1. PIHAK PERTAMA wajib bertanggung jawab atas tuntutan dan/atau gugatan dimaksud dan menanggung segala biaya yang timbul akibat dari tuntutan dan/atau gugatan dimaksud.

 

  1. PIHAK KEDUA berhak untuk mengakhiri Perjanjian.

 

8.3.    Apabila PIHAK PERTAMA bermaksud untuk mengalihkan kepada pihak lainnya dan/atau Areal Sewa yang dimaksud dalam Perjanjian ini, maka PIHAK PERTAMA menjamin PIHAK KEDUA jaminan mana menjadi bagian terpenting dalam Perjanjian ini sehingga apabila jaminan dimaksud tidak diberikan maka Perjanjian ini tidak ditandatangani, untuk membantu PIHAK KEDUA agar tetap dapat menggunakan Areal Sewa meskipun setelah lewatnya Masa Sewa perjanjian dan PIHAK KEDUA masih bermaksud untuk memperpanjang Masa Sewa.

Pasal 9

GANGGUAN DARI PIHAK KETIGA

 

9.1.  PIHAK PERTAMA berusaha untuk sedapat mungkin memberikan upaya perlindungan kepada PIHAK KEDUA, apabila selama Masa Sewa PIHAK KEDUA mendapat gangguan baik secara teknis maupun non teknis dari Pihak Ketiga.

 

9.2.    PIHAK PERTAMA wajib memberitahukan dan/atau mengingatkan (para) pengguna Ruang lainnya pada Gedung ………………………….. untuk memperhatikan, memberitahukan dan mengkoordinasikan peralatannya kepada PIHAK KEDUA.

 

9.3.  PIHAK KEDUA berhak dan PIHAK PERTAMA setuju, berdasarkan itikad saling menguntungkan, untuk menyarankan dan bilamana perlu menolak pemasangan dan pengoperasian peralatan milik pihak lainnya yang dipertimbangkan dapat mengganggu kepentingan dan/atau pengoperasian peralatan telekomunikasi berikut antena-antena milik PIHAK KEDUA yang dimaksud dalam Perjanjian ini.

Pasal 10

PENGAKHIRAN DAN PERPANJANGAN SEWA MENYEWA

 

10.1. Perjanjian ini berakhir apabila:

 

  1. Lewatnya Masa Sewa seperti dimaksud pasal 2.1 Perjanjian ini dan para pihak tidak memperpanjang Masa Sewa dimaksud, atau
  1. PIHAK PERTAMA mengakhiri Perjanjian ini sebelum lewatnya Masa Sewa ini, atau
  1. PIHAK KEDUA mengakhiri Perjanjian sebelum Masa Sewa berakhir, atau
  1. PIHAK KEDUA melaksanakan ketentuan seperti dimaksud pasal 8.3 butir B Perjanjian ini.

 

10.2. Dalam hal Perjanjian ini berakhir seperti dimaksud pada Pasal 10.1 butir A dan/atau butir C Perjanjian ini maka:

 

  1. PIHAK KEDUA tidak berhak menagih kembali sisa Harga Sewa yang telah diterima PIHAK PERTAMA dari PIHAK KEDUA.

 

  1. PIHAK KEDUA wajib mengembalikan Kepada PIHAK PERTAMA Areal Sewa dalam keadaan kosong sama sekali (dalam arti tidak dipakai atau dihuni oleh siapapun) dan dalam keadaan baik.

 

10.3. Dalam hal Perjanjian ini berakhir seperti dimaksud Pasal 10.1 butir B dan/atau butir D  Perjanjian ini maka:

 

  1. PIHAK PERTAMA wajib mengembalikan sisa Harga Sewa yang telah diterima oleh PIHAK PERTAMA dari PIHAK KEDUA sebanding dengan Masa Sewa yang belum dinikmati oleh PIHAK KEDUA.

 

  1. PIHAK PERTAMA wajib menanggung dan membayar kepada PIHAK KEDUA dengan seketika segala biaya yang dikeluarkan oleh PIHAK KEDUA termasuk tetapi tidak terbatas pada kerugian PIHAK KEDUA, biaya pemindahan peralatan.

 

10.4. Apabila PIHAK KEDUA bermaksud memperpanjang Masa Sewa seperti yang dimaksud Pasal 2.1 Perjanian ini, maka PIHAK KEDUA wajib memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA sekurang-kurangnya 1 (Satu) bulan sebelum berakhirnya Masa Sewa, dan PIHAK PERTAMA akan memberikan perpanjangan sewa kepada PIHAK KEDUA untuk Masa Sewa, dengan memakai Harga Sewa dengan syarat-syarat yang masih akan diatur kemudian oleh PARA PIHAK.

 

10.5. Apabila salah satu PIHAK bermaksud mengakhiri Perjanjian ini kurang dari waktu yang disepakati, maka PIHAK tersebut akan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK lainnya sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sebelum Masa Sewa berakhir.

 

Pasal 11

ASURANSI

 

PIHAK KEDUA akan mengasuransikan barang dan/atau kekayaan milik PIHAK KEDUA terhadap kehilangan dan/atau kerusakan oleh sebab apapun atas biaya PIHAK KEDUA yang terdapat pada Areal Sewa pada Bangunan/Gedung milik PIHAK PERTAMA yang telah diasuransikan oleh PIHAK PERTAMA.

 

 

Pasal 12

FORCE MAJEURE

 

12.1. Masing-masing pihak dibebaskan dari tanggung jawab atas keterlambatan atau kegagalan dalam memenuhi kewajiban yang tercantum dalam Perjanjian ini, yang disebabkan atau diakibatkan oleh kejadian di luar kekuasaan masing-masing pihak yang dapat digolongkan sebagai Force Majeure.

 

12.2. Peristiwa yang dapat digolongan Force Majeure adalah antara lain sebagai berikut: adanya bencana alam seperti gempa bumi, taufan, banjir atau hujan terus menerus, wabah penyakit, adanya perang, peledakan, sabotase, revolusi, pemberontakan, huru hara, adanya tindakan pemerintahan dalam bidang ekonomi dan moneter yang secara nyata berpengaruh terhadap pelaksanaan Perjanjian ini.

 

12.3.  Apabila terjadi Force Majeure maka pihak yang lebih dahulu mengetahui wajib memberitahukan kepada pihak lainnya selambat-lambatnya dalam waktu                    14 (empatbelas hari) setelah terjadinya Force Majeure.

 

12.4. Keadaan Kahar/force Majeure sebagaimana dimaksud pasal 12 Perjanjian ini tidak menghapuskan atau mengakhiri masa sewa. Setelah keadaan Kahar/Force Majeure berakhir dan kondisi Obyek Sewa masih dapat dipergunakan oleh PIHAK KEDUA maka PARA PIHAK akan melanjutkan sewa menyewa sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian ini.

Pasal 13

BERITA ACARA SERAH TERIMA

 

Penyerahan Areal Sewa dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA maupun pengembalian Areal Sewa dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA pada waktu berakhirnya perjanjian sewa menyewa ini, dilakukan dengan suatu berita acara serah terima yang ditandatangani oleh kedua belah pihak atau wakilnya yang ditunjuk.

 

 

Pasal 14

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

 

14.1. Setiap perselisihan dan/atau perbedaan pendapat diantara kedua belah pihak yang timbul sebagai akibat dari pelaksanaan Perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat.

 

14.2. Apabila musyawarah untuk mencapai mufakat tidak tercapai, maka para pihak akan menyelesaikan perselisihan dimaksud pada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) di Jakarta, dengan mengacu kepada peraturan-peraturan dan ketentuan serta prosedur BANI tersebut.

 

14.3. Keputusan BANI merupakan keputusan terakhir (final) dan mengikat PARA PIHAKdan PARA PIHAK melepaskan haknya untuk mengajukan keberatan dan/atau banding atas keputusan BANI dimaksud.

Pasal 15

PEMBERITAHUAN

 

Setiap pemberitahuan yang berhubungan dengan perjanjian ini wajib diberikan secara tertulis oleh masing-masing pihak kepada pejabat dan alamat sebagai berikut :

 

PIHAK PERTAMA :                                       PIHAK KEDUA :

…………………………………….                      PT Angin Ribut

u.p. ……………………………..                       u.p. Vice President Procurement

Jl. ………………………………..                      …………………………………….

 

Facsimile   : (62-21) ………………..             Facsimile       : (62-21) ______________Telephone : (62-21) ……………….                                          Telephone     : (62-21) 5451745, 54388023/67

 

Perubahan/penggantian dari alamat-alamat tersebut di atas, wajib diberitahukan secara tertulis oleh pihak yang satu kepada pihak yang lain.

 

 

Pasal 16

KETENTUAN LAIN-LAIN

 

16.1.  Hal-hal lain yang belum cukup diatur dalam Perjanjian ini atau segala perubahan terhadap Perjanjian ini akan ditentukan secara tertulis oleh PARA PIHAK dan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Perjanjian ini.

 

16.2.  Perjanjian ini berlaku dan mengikat pula bagi pihak lain yang menggantikan kedudukan salah satu pihak.

 

16.3.  PARA PIHAK mengenyampingkan ketentuan Pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata sepanjang mengenai pengakhiran Perjanjian.

 

16.4.  Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) masing-masing bermaterai cukup dan berkekuatan hukum yang sama.

 

Demikianlah Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh PARA PIHAK pada waktu dan tempat seperti disebut pada awal akta ini.

 

 

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

…………………………………………                                                          PT Angin Ribut

 

 

 

 

 

…………………………………. ______________     ______________

…………………………                                                                    Vice President           Site Acquisition Manager

Procurement

Sumber: Pengacara Online

About these ads

Tentang saepudin

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : 1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju http://saepudinonline.wordpress.com 2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif. Mari kita saling menghargai sebuah karya... Terima kasih atas kunjungannya. Mohon beri komentar atau saran untuk menyempurnakan website ini. Salam sukses selalu..
Tulisan ini dipublikasikan di Contoh Surat Perjanjian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s